Kepengurusan PWI Kota Solok Masa Bakti 2019 – 2022, Dikukuhkan

105

SOLOK – Heranof Firdaus selaku Ketua PWI Sumatera Barat, mengukuhkan Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok dengan Masa Bakti 2019 – 2022 yang bertempat di Istiqlal Park, Komplek Lapangan Merdeka Kota Solok, Rabu (15/1/2020).

Wannedi Saman selaku Ketua PWI Kota Solok bersama Sekretaris Zulnazar langsung memimpin kepengurusan yang berjumlah 22 orang tersebut. Turut hadir juga Wali Kota Solok Zul Elfian Dt.Tianso Wakil Wali Kota Solok Reinier Dt Mangkuto Alam, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, dan sejumlah pengurus PWI Sumbar dan pengurus PWI dari Sijunjung, Sawahlunto dan Solok Selatan dalam acara pengukuhan tersebut.

 

Ketua PWI Sumatera Barat, Heranof Firdaus dalam arahannya menegaskan agar PWI Kota Solok dapat menjadi ujung tombak dalam membentuk Profesionalitas Wartawan di Kota Solok. Dalam hal ini Heranof mengatakan, disamping harus ada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), wartawan Indonesia juga dibekali dengan kode perilaku serta bermartabat.

“Wartawan harus bisa menjadi profesi yang bermartabat. Adapun Keberadaannya mampu mewujudkan pilar keempat demokrasi. Sehingga, profesionalisme harus senantiasa ditingkatkan, karena sejatinya, tugas PWI adalah melahirkan wartawan yang profesional,” tegasnya.

 

Heranof juga menyatakan, berbagai upaya telah dilakukan organisasi PWI untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas wartawan. Di antaranya dengan menggelar Karya Latihan Wartawan (KLW) dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurut Heranof, KLW dan UKW merupakan jalur penting dalam meningkatkan profesionalitas wartawan.

“Kota Solok dan Pesisir Selatan merupakan dua daerah yang telah melaksanakan UKW yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah setempat. Kita harapkan, hal ini mampu diikuti daerah-daerah lain se-Sumbar. Karena itu, hubungan baik antara wartawan dan stake holder di masing-masing daerah harus terus dibina secara profesional juga,” harapnya.

Baca Juga :  Wali Kota Solok Zul Elfian : Tindak Tegas Masyarakat yang Tidak Disiplin

 

Diwaktu yang sama, Wali Kota Solok Zul Elfian Dt Tianso langsung menanggapi tanggapan Heranof tersebut, bahwa pihaknya ingin menjadikan Kota Solok sebagai Kota Wartawan. Dimana Kota Solok bisa menjadi tempat lahirnya wartawan profesional yang mampu memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan daerah. Menuru Zul Elfian, Pemko Solok hingga saat ini telah berupaya memfasilitasi profesionalitas Wartawan Kota Solok dengan membangun Balai Wartawan yang akan diberi nama Balai Rosihan Anwar.

“Kolaborasi antara Pemko, DPRD dan Insan Pers, di Kota Beras Serambi Madinah, telah terjalin sangat erat. Banyak masukan dan ide-ide kreatif dari wartawan Kota Solok yang diaplikasikan. Tujuan kita jelas, yakni sesuai dengan jargon kita; Menjadi Wartawan Serambi Madinah. Balai Rosihan Anwar, merupakan wujud dari komitmen kita untuk mendukung keterlibatan wartawan dalam kemajuan daerah,” ungkapnya.

 

Sedangkan Wakil Wali Kota Solok Reinier Dt Mangkuto Alam juga menyatakan, bahwa kebersamaan itu sangat penting untuk komitmen dalam mewujudkan daerah yang maju dari berbagai hal. Dalam hal ini, Reinier mengatakan bahwa percepatan pembangunan di Kota Solok saat ini tidak terlepas dari peranan wartawan.

“Kami merasakan secara langsung, bagaimana ide-ide bernas dari wartawan Kota Solok, diaplikasikan untuk akselerasi pembangunan. Kedekatan pemerintah daerah, DPRD, stake holder dan wartawan Kota Solok, telah bergerak secara profesional. Kami juga merasakan langsung, kritikan tajam dari wartawan di Kota Solok, telah membuat kami menyadari bahwa kami senantiasa diawasi. Sebab, mitra yang baik, adalah mitra yang selalu mengingatkan jika kami dirasa keliru. Senantiasa memberi solusi saat dibutuhkan,” ujarnya.

 

Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, menekankan dirinya bersama 20 Anggota DPRD Kota Solok, melihat semangat jurnalis di Kota Solok sangat tinggi. Dari berbagai dinamika yang terjadi di Kota Solok, sejalan dengan dinamika jurnalistik. Menurut Ketua DPRD Kota Solok tiga periode ini (2009-2014, 2014-2019, 2019-2024), sebuah pemerintahan tidak akan bisa bergerak dinamis tanpa jurnalis.

Baca Juga :  Terhitung 22 April, Kota Solok Berlakukan PSBB

“Dinamika pemerintahan, sejalan dengan dinamika jurnalistik, yakni saling mengisi dan saling menjaga Kota Solok. Hal itu telah kita buktikan berkali-kali. Bagaimana peran jurnalis menjadi hal yang tak bisa terlepas dari peran wartawan Kota Solok. Kita sungguh berharap, kemitraan ini senantiasa terjaga ke depannya,” tegasnya.(Redaksi)