Home Kab/Kota Pasaman Barat Lambannya Pembangunan di Wilayah Pesisir Pantai Pasaman Barat, Nurul Hidayat Nakhodo...

Lambannya Pembangunan di Wilayah Pesisir Pantai Pasaman Barat, Nurul Hidayat Nakhodo Rajo : Terimakasih Ponton Mandiangin Katiagan

129
Alat penyeberangan sungai sederhana, yang sangat rawan keselamatan demi menuju akses keluar kampung (doc.Padang Expo)

Pasaman Barat, Padang Expo – Tokoh Adat Nurul Hidayat Nakhodo Rajo Pucuk Adat Mandiangin Katiagan angkat bicara terkait lambannya pembangunan di Wilayah Pesisir Pantai Pasaman Barat yang terbentang di beberapa Nagari sebutlah Katiagan di kecamatan Kinali , Maligi Sasak Ranah Pasisie, Sikilang Sungai Aur, dan Air Bangis.

Nahkodo Rajo menyampaikan pada PadangEkpo.com “Kita terus menunggu perhatian Pemkab dan anggaran DPRD Pasaman Barat untuk pembangunan jalan dan jembatan penghubung mandiangin Katiagan, sampai hari ini masyarakat kita masih menggunakan rakit ponton untuk menyeberang antara kedua daerah tersebut, begitu juga dengan Sikilang,”. Ungkapnya pada Rabu Pagi (22/01/2020)

“Wilayah Mandiangin Katiagan belum tersentuhnya pembangunan jalan aspal, dan belum terbangunnya Jembatan Penghubung antara Kejorongan Mandiangin dengan Jorong Katiagan untunglah ada Ponton yang setia 24 jam melayani penyeberang dengan bayaran 5000 setiap kali menyeberang,”

“Disini sangat cocok rute balap Rally seperti Dakkar, uniknya ada jalan semen rabat beton dua arah yang ukurannya kurang dari dua meter, hanya sepeda motor dan pejalan kaki yang boleh melalui jalan setapak tersebut brader “. sindir Nahkodo Rajo.

Penelusuran Padang Expo tidak saja Mandiangin katiagan saja yang butuh jalan dan jembatan seperti juga yang dialami oleh masyarakat Jorong Sikilang Nagari Sei Aur, Kecamatan Suangai Aur. Hingga memasuki 75 tahun bangsa merdeka, ternyata akses jalan ke pemukiman masyarakat Sei Aur tersebut beum terhubung lancar. Mereka terpaksa menggunakan alat penyeberangan sungai sederhana yang sangat rawan keselamatan demi menuju akses keluar kampung mereka.

Parahnya, keluhan mereka kerap disampaikan kepada Pemerintah baik melalui pemangku kepentingan dan menyampaikan via media Sosial, akan tetapi hal tersebut seolah tidak ditanggapi secara serius oleh Pemkab Pasaman Barat.

Selain jalan yang sepi di tengah perkebunan milik Perusahaan, kondisi jalan tersebut bergelombang dan berlobang. ApalagiApalagi pada musim hujan, akses jalan sulit untuk di tempuh masyarakat.

Selain itu jembatan sebagai akses jalan alternatif menuju Sungai Aur juga tidak layak untuk dilalui karena kondisi jembatan yang mengkhawatirkan akan dapat menelan korban jiwa apabila hal tersebut terus dibiarkan.
“Kita sangat kecewa dengan Pemerintah Daerah Pasaman Barat seolah olah tidak peduli terhadap Jorong Sikilang.

Sementara Itu, Kasmanedi, warga Sikilang mengatakan, ia merasa sangat kesal dengan tidak adanya kepedulian pemerintah daerah untuk membangun akses jalan dan jembatan yang setiap harinya dilalui oleh masyarakat.SABAR !(by roni)