169

SOLOK (PADANG EXPO)

Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, puluhan rumah di kawasan Kelurahan Koto Panjang, Kota Solok terendam banjir dengan ketinggian mencapai 30 – 50 cm karena hujan deras serta tersumbatnya drainase, Hujan deras yang mengguyur sejak petang ini, menyebabkan meluapnya air Sungai Batang Lembang yang telah merendam puluhan rumah warga di bantaran sungai, Selasa (18/02/2020).

Agus Wibowo selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok bersama tim gabungan telah melakukan evakuasi dan pendataan terhadap korban.

Agus menerangkan “hal ini dilakukan untuk mendata kerugian dan data lainnya yang diperlukan,” ujarnya, Selasa (18/2/2020). Ia mengatakan hal yang sangat dibutuhkan saat ini adalah makanan siap saji, matras serta alat pembersih, sebagian sudah mulai disalurkan.

Berdasarkan data yang dihimpun, kelurahan yang terdampak banjir di Kecamatan Lubuk Sikarah yakni, Kelurahan KTK, IV Suku, Simp Rumbio, Aro IV, Sinapa, Korong, IX Korong dan Kelurahan Tanah Garam.

Sementara untuk di Kecamatan Tanjung Harapan meliputi Kelurahan Nan Balimo, Tanjung Paku, Kelurahan PPA, Kampung Jawa, Kelurahan Laiang, dan Kelurahan Koto Panjang.

Sedangkan data yang dihimpun oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, tercatat sebanyak 320 kepala keluarga (KK) dari 1.251 jiwa terdampak banjir tersebut.

Selain banjir yang merendam ratusan rumah, ada satu orang juga dikabarkan meninggal tertimbun longsor. Namun korban yang tertimbun tersebut sudah ditemukan dan sudah dievakuasi ke rumah duka.

Akibat banjir tersebut, longsor yang terjadi di daerah Taruang-Taruang Kabupaten Solok yang sempat membuat akses jalan lintas Sumatera putus selama beberapa jam hingga akhirnya material longsor dapat segera dibersihkan.

Baca Juga : 

Menurut keterangan dari Lurah Koto Panjang, Ade Chandra Yuda mengatakan, “Hujan deras yang mengguyur Kota Solok pada saat ini menyebabkan meningkatnya debit air dan merendam puluhan rumah di tiga RW Koto Panjang.” Tercatat sebanyak 48 kepala keluarga berada di Kelurahan Koto Panjang yang ikut terkena dampak banjir. Hingga saat ini, beberapa korban banjir terpaksa mengungsi di gedung serbaguna Koto Panjang.

Menurut salah seorang warga dan Ketua RT 2, air sudah mulai menggenangi rumah pada pukul 02.00 WIB. PAda saat itu, warga sudah mulai melakukan antisipasi dan tetap terjaga agar tidak kecolongan banjir yang bisa menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Wakil Gubernur, Wali Kota beserta Wakil Wali Kota Solok, Camat Tanjung Harapan dan Ketua LPMK langsung meninjau lokasi untuk melihat dampak dari banjir. Pemerintah yang turun ke lapangan meminta kepada bantuan kepada petugas BPBD untuk siaga di lokasi yang terkena banjir, petugas harus saling bergantian dalam mengawasi warga.

Pemerintah Kota Solok juga telah menginstruksikan kepada petugas BPBD untuk menginventarisir kerusakan yang disebabkan banjir kali ini dan meminta agar masyarakat dapat mengikuti instruksi dari petugas bila sewaktu-waktu kondisi air Sungai meningkat.

Setelah melakukan tinjauan di Kelurahan Kota Panjang, Pemerintah Kota Solok juga meninjau lokasi lainnya yang terkena dampak banjir.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dibantu oleh Tagana, Dinas Kesehatan, Babinkamtibnas, Babinsa, PMI dan Dinas Sosial setempat mendirikan dapur umum yang berguna untuk menyalurkan makanan bagi korban banjir.**

Pewarta : Marjohan
Editor : Redaksi