188
Ilustrasi

PADANG (PADANG EXPO)

Oknum RNT salah seorang aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekretariat Daerah Sumbar dilaporkan ke Polresta Padang oleh Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) Yulius Said karena dugaan menggelapkan dana Infaq Masjid Raya Sumbar.

Permasalahan ini sebelumnya sudah tercium pada Maret 2019, setelah diminta Inspektorat Pemprov Sumbar untuk segera melaporkan Oknum RNT kepada pihak berwajib.

Dalam hal ini ia menjelaskan kronologi tersebut ketika pada minggu pertama Januari 2019, ia menemukan jumlah infaq Masjid Raya Sumbar sedikit dan tidak sebanding dengan Jamaah yang hadir pada saat sholat Jumat.

“Jemaah ramai, tapi jumlah Infaq kok sedikit. Itu terjadi beberapa pada beberapa kali Jumat,” ujar Yulius saat ditemui media, Rabu (19/2/2020)

Yulius mengatakan, beberapa waktu kemudian, pihak Baznas Sumbar sudah menemukan kejanggalan laporan keuangan yang juga dikelola oleh RNT. Dari situ ia juga meminta rekening Masjid Raya dicek, ternyata hasilnya saldo kosong. Sebagai informasi, ada 40 kotak Infaq di masjid tersebut.

“Saya lalu melaporkan masalah ini ke Biro Bina Mental,” ucap dia.
Keterangan dari Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setda Sumbar, Saifullah,mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data dugaan penggelapan dana Infaq ini. Setelah nanti semua data sudah terkumpul, pihaknya akan menyerahkan langsung data itu kepada pengurus Masjid Raya Sumbar untuk dilaporkan ke kepolisian.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dilaporkan ke Polresta Padang, dan sudah diperiksa Inspektorat juga BPK,” ungkap Syaifullah, Rabu (19/2).

Syaifullah mengatakan Oknum ASN tersebut sudah lama bekerja di Pemprov. “Yang bersangkutan mengkui bahwa ia telah menyalahgunakan dana tersebut,” jelasnya.

Dana infaq Masjid Raya Sumbar itu sendiri dikelola RNT sejak masjid itu dibuka pada tahun 2013. “Saat ini kami masih melengkapi berkas-berkas laporan ke kepolisian, belum tahu kapan dilengkapi,” katanya.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Sebaran Fitnah Terhadap Organisasi Pers, Dewan Pers Segera Diperiksa Polisi

Mardi selaku Kepala Inspektorat Pemprov Sumbar, mengatakan bahwa pihaknya mulai menangani permasalahan dugaan penggelapan duit Infaq ini pada Oktober 2019. Ketika itu pihaknya mendapatkan laporan dari Pj Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setda Sumbar sewaktu itu, Jumaidi yang melihat kejanggalan pada transaksi keuangan di bironya.

Hasil dari pemeriksaan, pihaknya menemukan RNT tak hanya diduga menggelapkan uang Infaq Masjid Raya, tetapi ada juga dana APBD.

Dari kedua kasus itu, total uang yang digelapkan RNT berjumlah lebih dari Rp1,5 miliar, Rp862.775.114 merupakan uang Infaq, ungkap Mardi.

Ia mengatakan, bahwa dana yang diambil tersebut tidak secara langsung, namun di akumulasi sejak tahun 2013 lalu, ujarnya.

Mardi mengungkapkan, semenjak Inspektorat Pemprov Sumbar menangani kasus tersebut, RNT sudah dipecat sebagai Bendahara pada Biro Bina Mental dan Kesra Setda Sumbar setelah bekerja selama 2013 hingga 2019.

Berdasarkan pengakuan dari RNT, uang yang ia gelapkan tersebut digunakan untuk berfoya-foya, seperti liburan dan jalan-jalan. Uang itu juga dipergunakan untuk keperluan keluarganya, termasuk untuk mengobati anggota keluarganya yang sakit.

“Saat kami interogasi, ia seperti orang tak berdosa saja. Katanya dia memakai dana itu untuk berfoya-foya. Uang itu tidak membekas padanya karena rumahnya saja masih kredit. Dia tenang-tenang saja,” ujar Mardi.

Sedangkan dari pihak kepolisian, AKP Edriyan Wiguna selaku Kasat Reskrim Polresta Padang mengatakan bahwa pihaknya saat ini belum bisa terima laporan secara resmi dari pengurus Masjid Raya Sumbar, karena bukti terkait dugaan penggelapan dana infaq oleh RNT tersebut masih belum lengkap.(PE)