157
Ilustrasi

PADANG (PADANG EXPO)

Setelah melakukan beberapa rangkaian gelar perkara terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dosen kepada salah seorang mahasiswinya di Universitas Negeri Padang (UNP) akhirnya Polda Sumbar menetapkan oknum dosen FY (29) sebagai tersangka. Namun begitu Polisi belum menahan oknum dosen tersebut. Pihaknya akan memeriksa tersangka untuk menentukan dia ditahan atau tidak.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan “Kasus dugaan pelecehan seksual UNP hari ini sedang digelarperkarakan,”ujarnya di Mapolda Sumbar, Kamis (20/2/2020).

Selain itu, Polda Sumbar juga sudah meminta keterangan semua saksi. Bayu menginformasikan bahwa ada empat saksi, yakni korban, dua teman korban, dan pegawai kampus UNP.

Adapun tujuan gelar perkara tersebut untuk mengetahui status terlapor selanjutnya.

Pada waktu sebelumnya Polda Sumbar telah melakukan pemanggilan kepada kedua oknum dosen FY (29) yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi di UNP, Pada saat pemanggilan pertama terlapor sempat mangkir.

Kasus tindakan pelecehan seksual tersebut mencuat setelah adanya laporan masuk ke Polda Sumbar. Laporan itu teregistrasi 15 Januari 2020 dengan nomor: LP/17/I/2020/SPKT-BR.

“oknum dosen yang bersangkutan waktu itu sudah datang, tapi terlapor menolak memberi kesaksian. Maka dibuat langsung kita buat berita acara penolakan kesaksian. Karena alasannya tidak tahu,” ujar Stefanus.

Bayu menambahkan bahwa sebagai tersangka kasus pencabulan, FY dijerat dengan pasal 289 dan pasal 294 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Untuk penetapan tersangka oknum dosen UNP ini sangat disambut baik oleh Nurani Perempuan Women’s Crisis Center karena telah mendampingi korban sejak awal kasus ini mencuat. Hal ini menjadi titik terang keadilan bagi mahasiswi korban pelecehan seksual.

Baca Juga :  Hanya 50 Ribu, Suami ‘Bangsat’ Itu Tega Cicipi Istrinya Kepada Teman

Rahmi Merry Yenti selaku Plt Direktur Nurani Perempuan Women’s Crisis Center mengatakan, “Memang moment ini yang kami tunggu. Berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti kasus ini. Apalagi perkembangannya sudah sampai sekarang adalah ditetapkan tersangka, ini sudah cukup jelas,”

Didalam kasus seperti ini harus ada keadilan bagi korban terutama kaum perempuan, karena ini sangat penting demi memulihkan kondisi trauma. Langkah yang telah diputuskan oleh Polda Sumbar akan menjadikan perkembangan baik dalam kasus pelecehan seksual ini, ujarnya.

Ia menilai dalam kasus pelecehan seksual kepada perempuan, korban membutuhkan keadilan untuk memulihkan trauma dan sebagai dukungan psikososial.(PE)