185

PADANG PANJANG (PADANG EXPO)

Pemerintah kota Padang panjang sangat serius untuk menindaklanjuti persoalan anak yang berkebutuhan khusus dan anak yang bermasalah kesehatan secara terus menerus.

Menindak lanjuti hasil pertemuan Wali Kota dan beberapa Dinas terkait dengan orang tua anak tentang masalah kesehatan, Wartawan Padang Expo menjejaki kembali melalui Dinas terkait.

Dikesempatan lain sewaktu Wartawan Padang Expo melihat keseriusan dari pejabat eselon II yang hadir kemarin, berselang waktu berjalan pada waktu baru-baru ini mengkonfirmasikan langkah-langkah apa yang akan dilakukan kedepannya oleh Tim tersebut.

Sewaktu dikunjungi di kantornya Kepala Dinas kesehatan kota Padang panjang Drs. Nuryanuwar, MM.MMR.M.Kes.menjelaskan berdasarkan hasil pertemuan kepala OPD dengan Bapak Wali Kota, Dinas Kesehatan akan berkoordinasi segera untuk menindaklanjuti program inovasi yang digagas oleh Bapak Wali Kota Tersebut.

Dalam hal ini Inovasi untuk masyarakat Padang panjang untuk anak yang berkebutuhan khusus tersebut sebagaimana harapan Bapak Wali Kota akan dibuatkan program inovasinya oleh OPD terkait di bidang kesehatan dan pendidikan anak yang berkebutuhan khusus.

Dinas kesehatan selain memberikan Jaminan Pembiayaan kesehatan melalui JKN KIS juga memberikan bantuan biaya kebutuhan hidup kepada pasien/keluarga selama menjalani pengobatan diluar Kota Padang Panjang baik ke Bukittinggi, Padang maupun Jakarta dan lainnya, bantuan biaya transportasi, dan lainnya.

Namun terlebih dahulu kita akan bahas bersama tim yang akan dipimpin oleh Bapak Asisten I sesuai arahan Bapak Wali Kota, ulasnya.
Dilain tempat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Panjang dr. Ardoni terkait dengan wacana Bapak Wali Kota untuk membentuk tim tentang masalah anak yang membutuhkan perhatian khusus ini sangat merespon dengan baik.

Sebuah kebijakan yang sangat strategis untuk mencari solusi definitif terhadap persoalan-persoalan seperti ini yang sesungguhnya kasusnya cukup banyak.

Baca Juga :  Basko (Batipuh X Koto) Satukan Suara Dalam Membangun Nagari

Sehubungan kedepan ada SOP yang akan dijalankan masing-masing pihak terkait tugas masing.

Ardoni selalu Direktur RSUD kota Padangpanjang juga mengajak mari Bersama-sama kita atasi persoalan masyarakat, ajaknya.

Pada kesempatan lain Kepala Dinas Sosial P2KBP3A Drs Osmon Bin Nur, M.Si. mengatakan bahwa setelah pertemuan dengan Bapak Wali Kota kemarin, diknas sosial langsung menindak lanjuti arahan Pak Wali Kota dengan berkoordinasi lansuang SDLB tentang kemungkinan membuat kelas khusus untuk anak berkebutuhan khusus.

Dan SDLB juga akan berkoordinasi dengan Dinas Provinsi, kendala yang utamanya adalah ketersediaan guru-guru untuk anak-anak dimana untuk masing-masing anak harus ada 1 orang guru. Hal ini akan kami tindaklanjuti dengan Dinas Pendidikan dan juga dengan Dinas Sosial Propinsi yang menangani anak berkebutuhan khusus. tegasnya.

Kronologi tentang pengobatan Sindi untuk di rujuk berobat ke RSUP M.Jamil Padang berawal dari anjuran dr Yunira S.p.A, karena dr Yunira adalah dokter umum, sedangkan Sindi adalah seorang anak yang menderita penyakit Thalasemia dan pembengkakan Hati, jadi harus ditangani oleh dokter khusus Ahlinya dibidang penyakit thalasemia dan pembengkakan Hati.

Pada tahun sebelum 2016 – 2017. Sindi selalu transfusi darah di RSUD Gantiang Padang Panjang, cukup sering dilakukan karena kebutuhan tubuh Sindi yang HBnya menurun, selama transfusi pada tahun 2016 – 2017 tidak pernah mendapat Deferoxanime, yang berfungsi untuk penetral darah setelah transfusi.

Deferoxanime adalah obat yang juga dapat digunakan untuk menghilangkan Zat besi yang berlebihan pada pasien dengan kadar Zat besi yang tinggi disebabkan oleh karena sering kali transfusi darah.
Pada tahun berikutnya di bulan Januari 2018 atas usul dari dokter. Yunira S.p.A. Sindy pun mulai berobat ke RSUP M.Jamil Padang, yang mana Sindi juga bertemu dengan seorang dokter Ahli Thalasemia yaitu dr. Amirah Zatil Izzah, S.p.A dan melakukan pemeriksaan medis secara khusus.

Baca Juga :  Command Center Kota Padang Panjang Diresmikan

Didalam pemeriksaan medis juga dari hasil diagnosa dari penyakit Thalasemia dan pembengkakan Hati, Sindi juga menemui penyakit yang baru yaitu pengecilan tulang, Sindi yang berusia 12 tahun, sekarang memiliki ukuran tulang ukuran anak yang berusia 4,2 bulan, karena telah terjadi penumpukan Zat besi pada tubuhnya.

Menurut Amirah sebagai dokter ahli hematologi antologi menjelaskan, thalasemia merupakan kelainan bawaan sel darah merah yang tidak memiliki protein, thalasemia bukanlah penyakit menular, namun diturunkan orang tua kepada anak.

Begitu juga dengan Kronologis Syauqi Pengidap Autis Hiperaktif Muhammad Syauqi Fawwaz dipanggil Syauqi. Lahir di Kota Padang Panjang tahun 2006 adalah anak dari pasangan suami istri, Alfian dan Almh.Yulia.

Tumbuh kembang Syauqi secara fisik bisa dibilang normal, nanun sejak usia 2,5 tahun mulai terlihat ada kejanggalan pada Syauqi. Ia luar biasa aktif bergerak, berlari, dan bahkan berguling kesana sini. Namun anehnya Syauqi tidak merespon bicara dan aba-aba atau perintah yang diberikan.

Melihat keanehan dan betapa aktifnya gerakan Syauqi, atas saran banyak orang waktu itu, Kami selaku orang tua kemudian memasukkan Syauqi ke PAUD anak berkebutuhan khusus Bina Mandiri Anak di Kelurahan Balai-Balai hingga usia 6 tahun.

Setelah dari PAUD Bina Mandiri Anak, Syauqi sempat pindah ke sejumlah PAUD berkebutuhan khusus juga masih di Kota Padang Panjang sampai berusia 9 tahun.

Selain sekolah, Syauqi secara berkala juga kami bawa terapi dan konsultasi ke dokter anak, dokter spesialis syaraf dan pemeriksaan ke Rumah Sakit.

Bahkan acap juga kami bawa berobat ke orang pintar dan rukyah pada Ustadz. Namun dari seluruh upaya itu anak kami Syauqi belum menunjukkan tanda membaik.

Musibah menghampiri kami persis saat Syauqi berusia 11 tahun 7 bulan atau hampir 3 tahun lalu, ibunya Syauqi berpulang ke rahmatullah. Sejak saat itu Syauqi diasuh sang ayah.

Baca Juga :  Tolak Narkoba, GANN Bersama Pemerintah Launching SMAMPA TENAR di Padang Panjang

Diusianya ke 13 tahun 6 bulan pada Pebruari 2020 ini Syauqi belum juga bisa berbicara, membaca, berhitung, dan menulis.

Justru hyiperaktifnya kian menjadi-jadi dan hampir 4 tahun terakhir Syauqi hanya berdiam dirumah dan tidak bersekolah lagi.

“Meskipun prahara ini entah kapan berakhirnya, satu tekad saya yakni ingin melihat Syauqi bersekolah lagi hingga suatu waktu Syauqi bisa bicara, menulis, membaca, berhitung, dan bisa hidup mandiri,” pungkas Alfian dengan mata berkaca-kaca.(YB)