0
Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto didampingi Kasat Narkoba AKP Al Idra menjelaskan kronologi pengungkapan narkotika tembakau gorilla pertama di Solsel.*

SOLOK SELATAN (PADANG EXPO)

Dua dari tiga tersangka pengedar narkotika jenis tembakau gorilla, ganja dan sabu-sabu berhasil di ringkus Sat Narkoba Polres Solok Selatan.

Satu orang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) adalah pemasok zat adiktif terbaru jenis gorilla.

Tersangka (PW) ditangkap oleh Jajaran Satres Narkoba Polres Solsel di jalan raya di Jorong Batang Pagu, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu (8/2/2020) lalu. Sementara Tersangka (MD) diamankan di kediamannya di Jorong Sikumbang, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu.

Barang bukti yang diamakan dari tersangka (PW),sebanyak dua paket tembakau gorilla yang ditaruh dalam plastik kim warna bening, satu paket ganja, handphone merk vivo m3, sepeda motor mio tanpa nomor polisi dan uang usai transaksi Rp70 ribu.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto saat Press Release di Mako Polres mengatakan, “Pengungkapan kasus narkotika tembakau jenis gorilla ini pertama kali di Solok Selatan, dan sudah diedarkan selama dua bulan terakhir,” ujarnya.

Begitu tersangka ketika akan diringkus tim Satnarkoba, langsung melarikan diri dengan sepeda motor jenis mio dengan kecepatan tinggi.

Hingga ia mengalami kecelakaam tunggal, dan menyebabkan kaki bagian kanannya patah saat terperosok ke badan jalan.

Menurut pengakuan tersangka, “Tersangka mengaku sudah lebih dari 50 kali mengedarkan narkotika jenis gorilla ini di Solsel. Penangkapan ini berkat informasi dari masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Barang baru yang masuk ke Solsel di bawa dari Jakarta, dan sudah diedarkan di sejumlah daerah di Solsel.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Solok Selatan, AKP Al Indra menjelaskan, dari pengakuan tersangka, bahwa setelah ia mengkomsumsi tembakau gorilla ini tabiatnya sama seperti zombi.

Sehingga ia berhenti memakainya dan mengedarkannya di Solok Selatan

“Tersangka menjual ke pemakai Rp50 ribu satu linting. Sudah 50 kali lebih di edarkan,” paparnya.

Dari pengakuan tersangka (PW), barang haram tersebut dibelinya dari MD waga Jorong Sikumbang, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu.

MD mendapatkannya dari temannya di Jakarta, yang saat ini ditetapkan sebagai DPO. Yang efek samping pemakai luar biasa dan pertama kali terungkap.

“Biasanya kita hanya mengungkap kasus sabu-sabu dan ganja. Kali ini gorilla,” tukasnya.

MD diciduk setelah dilakukan pengembangan kasus tersangka PW. Ditangkap di rumahnya (8/2) sekitar pukul 17.45 wib sore dengan barang bukti 0,02 gram sabu-sabu dan uang Rp550 ribu hasil transaksi narkoba.

Kedua tersangka resedivis narkotika itu telah melanggar pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 jo pasal 111 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun,” tukasnya.

Pihak Polres juga sudah koordinasikan Badan Nasional Narkotika (BNN) dan direktorat IV. Juga telah melakukan tes urine dan hasilnya positif mengandung zat THC (ganja) dan zat methampethamine (sabu-sabu).**

Pewarta : Syahril
Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here