Butuh Akses yang Layak Untuk Dilewati, Truk Pembawa TBS Terbalik di Sungai Suak Maligi

565

Sasak, PE – Truk yang membawa Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dengan bermuatan 5 ton terbalik di dalam sungai Suak Maligi, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 10.00 WIB, jumat (31/1/2020) di kawasan Suak Maligi, ujar Naflan (39) selaku sopir truk.

Ia mengatakan, sudah sering lewat disini, berhubung karena ini juga jalan satu-satunya yang bisa dilalui untuk membawa buah sawit dari Maligi menuju Sasak.

Naflan juga tidak tahu jika di pertengahan itu ternyata sudah lumpur, biasanya sebelum dilewati ia selalu periksa jalan yang akan dilewati, namun ketika sampai di tengah mobil yang dikendarainya langsung terbalik, beruntung kejadian ini tidak ada korban jiwa. Ujarnya.

Zulrahman selaku Kepala Jorong Pantai Indah membenarkan kejadian tersebut, bahwa memang ada truk pembawa Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit terbalik di kawasan suak.

Namun kita sangat prihatin dengan kejadian itu, akan tetapi kita hanya bisa pasrah karena kenyataan kondisi jalur akses yang dilewati setiap hari melalui sungai suak tersebut untuk membawa hasil Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit masyarakat Maligi yang jumlahnya ratusan ton setiap minggu, ujarnya.

Tokoh masyarakat, Alfajri juga sangat menyayangkan kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa masyarakat memang sangat butuh akses jalan yang memadai terutama untuk penyeberangan seperti jembatan.

Minimal dibuat seperti gorong-gorong jika memang pembuatan jembatan anggarannya besar, karena ada tiga titik yang harus dibuat, ujarnya.
Ia menjelaskan kawasan suak ini bukanlah sungai besar, kawasan ini adalah air pembuangan dari parit perusahaan yang ada di sekitar kawasan maligi, jadi tidak ada hulunya.

Tapi ia berharap agar kondisi ini mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, sebab masyarakat juga sangat membutuhkan akses penyeberangan untuk membawa hasil Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, jika begini terus kondisi yang dipertahankan, semuanya juga akan menjadi terhambat sebab akses jalannya tidak layak untuk dilewati. (by.roni)