Pasca Umrah, Warga Pasbar Diduga Meninggal Karena Terjangkit MERS Corona Virus

132

Simpang Empat, Padang Expo
Pewarta : By. Roni

Sukri (55) salah seorang warga langgam Kinali Kabupaten Pasaman Barat, diduga meninggal dunia karena penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV). Pasien meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Jambak Pasaman Barat sepulang melaksanakan ibadah umrah.

Jon Hardi selaku Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, mengatakan,”Benar, korban meninggal dunia pada Jumat (7/2/2020) lalu, setelah sempat menjalani perawatan, “ujarnya, Rabu (12/2/2020).

Jon mengatakan, bahwa hasil dari pemeriksaan korban diduga meninggal akibat penyakit disebabkan virus MERS CoV yang sudah dideritanya sejak melaksanakan umrah.

“Sukri (55) sempat dirawat di Arab dan sepulangnya dari Arab pada Kamis (6/2/2020), kemudian pada hari Jumat (7/2/2020) pagi dirawat di RSUD Jambak, Pasaman Barat” Ungkapnya.

Saat dirawat di RSUD, petugas mencoba mengambil cairan dari tenggorokan pasien. Namun, karena Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk mengambil cairan itu tidak ada di RSUD setempat maka didatangkan dari Provinsi Sumbar.

“Saat alat tersebut hendak mau dikirim ke Pasaman Barat, pasien pada Jumat (7/2) siang sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Pasien mengidap virus MERS CoV dan bukan virus corona baru Covid-19 (Novel Corona). Itu berdasarkan riwayat perjalanan pasien. Pasien pulang dari Arab melaksanakan umrah bukan dari Cina, ungkapnya.

“Penyebaran virus MERS CoV ini melalui unta dan pada umumnya virus ini ada di negara-negara Timur Tengah,” katanya.

Ia menjelaskan untuk antisipasi penyebaran virus pihak RSUD juga telah menemui dan memeriksa 12 orang lagi yang sama-sama melaksanakan umrah bersama korban. “Dari hasil pemeriksaan, 12 orang itu tidak ada gejala mengidap penyakit MERS CoV. Namun selama 14 hari akan terus dipantau dan diberikan pemeriksaan kesehatan,” sebutnya.

Dalam hal ini, menurutnya virus MERS CoV adalah virus yang penularannya melalui unta yang ada di negara Timur Tengah dan virus ini sangat mudah menular ke manusia. Gejala pasien yang mengidap virus MERS CoVini di antaranya demam tinggi, batuk, sesak nafas dan pilek.

Ia menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap 12 orang masyarakat yang ikut serta umrah kemarin.

“Kami akan tetap pantau 12 orang lagi yang pulang dari umrah. Kita khawatir ada yang membawa virus MERS CoV ini,” sebutnya.**