208

PASAMAN (PADANG EXPO)

Masyarakat Kabupaten Pasaman, dikejutkan dengan penemuan seorang mayat Bayi laki-laki yang diduga hasil hubungan sedarah, di daerah Nagari Langsek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (16/2/2020) kemarin.

Mayat bayi malang itu ditemukan pertama kali oleh Syafriandi. Mayat bayi tersebut ditemukan tergeletak dalam keadaan membusuk berada di saluran air kolamnya. Mendapati kondisi itu ia langsung segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi, Senin (17/2/2020), “Memang benar ada laporan yang diterima, bahwa ada penemuan sesosok mayat bayi laki-laki yang diperkirakan usianya baru beberapa hari. Mendapatkan laporan tersebut pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian,” ungkapnya.

AKP Lazuardi menerangkan, terbongkarnya kasus ini berawal saat mayat bayi ditemukan oleh warga sekitar, Syafriandi. mulanya ia hendak memberi makan ikan di kolam miliknya pada Minggu (16/2/2020) namun saat sampai dilokasi ia mencium aroma tidak sedap di lokasi. Setelah ditelusuri, ternyata bau tak sedap itu berasal dari jenazah bayi yang sudah membusuk.

Setelah polisi mendalami penyelidikan, akhirnya terungkap bahwa bayi malang tersebut merupakan hasil hubungan gelap sedarah yang tak lain orangtua bayi sendiri berinisial SHF (18) warga Nagari Langsek Kodok, Kecamatan Rao Selatan sekitar pukul 00.00 WIB, Senin (17/2/2020) tadi,” katanya.

Berdasarkan hasil olah TKP, dan fakta-fakta di lapangan serta keterangan saksi-saksi, dengan tidak menunggu waktu yang lama, akhirnya pihak kepolisian bergerak untuk menelusuri keberadaan pelaku.

Akhinrya, tersangka dapat diamankan oleh pihak Kepolisian pada saat sepulang praktek lapangan yang diadakan sekolahnya di Batusangkar menuju Rao, tepatnya di depan Rumah Makan Tambuo jorong Rambahan Kauman.

Baca Juga :  Proses Pencarian Nelayan Hilang di Pessel Berakhir, Namun Belum Membuahkan Hasil

Tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/22/A/II/2020/Spk-T Res Psm, tgl 16-2-2020 dan Surat Perintah Penangkapan nomor : 05/II/2020/Reskrim, tgl 17-2-2020.

AKP Lazuardi menjelaskan, hubungan terlarang itu berlangsung sejak pertengahan tahun 2019 lalu.

Akibat perbuatan hubungan terlarang itu akhirnya pelaku pun hamil, hingga terus berusaha untuk menutup kasus tersebut. Adapun kejadian itu pada saat kondisinya sedang dalam Praktek Kerja Lapangan diluar daerah, sehingga orangtua dan keluarga sama sekali tidak ada yang tahu mengenai kejadian hubungan terlarang itu.

Pada saat bayi itu lahir, saat ia hendak buang air di area persawahan. Seketika itu muncul kepanikan dan ditambah bisikan setan yang merasuki pikirannya akhirnya ia membuang jasad bayi tersebut, menurut pengakuannya bahwa sejak dilahirkan anak tersebut sudah meninggal.

Saat ini pelaku sudah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut dan Pelaku terancam dijerat Pasal 80 ayat (3), (4) UU Nomor 35 Tahun 2014 juncto UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.**

Pewarta : By.Roni
Editor : Redaksi