383

PADANG (PADANG EXPO)

Sepanjang 140 Km ruas jalan nasional yang membentang dari Muaro Kalaban Hingga perbatasan jambi saat ini dalam kondisi rusak berat akibat curah hujan beberapa bulan terakhir ini cukup tinggi mengguyur Wilayah Sumatera Barat.

Hal inilah yang menyebabkan beberapa badan jalan menjadi tergerus oleh air dan berlubang, ditambah lagi dengan truk yang bermuatan berat yang sering melintasi ruas jalan nasional tersebut, yang digunakan untuk arus lalu lintas kendaraan bertonase berat, mengangkut hasil bumi seperti batubara, maupun hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan karet membuat badan jalan tak mampu menahan beban maksimal jalan 8 ton.

Banyaknya jalan berlubang yang dialami ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera ini sehingga banyak pengguna jalan mengeluh dengan kondisi tersebut, dan membuat mereka harus waspada dan hati-hati dalam berkendaraan.

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang melalui Nafdi selaku Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II Sumbar mengatakan kepada media bakal membenahi kerusakan jalan teresebut.

Nafdi mengatakan kepada media, bahwa “Ruas jalan Muaro Kalaban hingga sampai ke perbatasan jambi, setiap tahun kita perbaiki, namun karena ruas jalan tersebut cukup panjang sehingga tidak sebanding dengan ketersediaan anggaran yang dibutuhkan untuk membenahi jalan tersebut secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ia mengungkapan ,”Penanganan darurat untuk saat ini telah dilakukan, alat berat serta personil sudah bekerja di lapangan. Penutupan lobang ini sifatnya hanya sementara, sambil menunggu paket pekerjaan long segment tahun 2020 selesai dilelang. Saat ini masih dalam proses,” Ulas Nafdi.

Nafdi menerangkan BPJN III Padang telah sediakan pagu anggaran sebesar 69,5 Miliar untuk pekerjaan Long Segment 2020 ini, anggaran tersebut bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Sadis !! SD 06 Sungai Nanam Terindikasi Potong Langsung Dana BSM dari Baznas Sebesar 300 Ribu Untuk Sumbangan Komite

Adapun anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki tujuh titik ruas jalan yang akan dimulai dari Muara Kalaban – Tanah Badantung, Tanah Badantung – Kiliran Jao, Kiliran Jao – Batas Dharmasraya, Kiliran Jao – Batas Riau, Batas Dharmasraya – Sungai Dareh, Sungai Dareh – Koto Baru, Koto Baru – Batas Jambi.

Nafdi juga berharap semoga untuk pelaksanaan pekerjaan permanen akan bisa dilaksanakan secepatnya, ujarnya.

Pewarta : Wahyu
Editor : Redaksi