Inilah Maklumat MUI Pasaman Barat Menyikapi Wabah COVID-19

326

Simpang empat, Padang Expo

Menyikapi penyebaran wabah Virus Coroba (Covid19) yang semakin meningkat dan membahayakan di Kabupaten Pasaman Barat serta meningkatnya Orang Dalam Pantauan (ODP) serta lalu lintas keluar masuk orang ke Kabupaten Pasaman Barat yang cukup signifikan.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan musyawarah di kantor KUA Kecamatan Pasaman di Simpang Empat, Sabtu (28/3).

Musyawarah yang dipimpin ketua MUI Pasbar H. Darmansyah,Lc,MA dan dihadiri Zawil Huda,SH, SPdi, MA (Ketua bidang fatwa, hukum, Ham, dan Undang-undang), Wafda (Sekretaris Umum) Efri Sardin, Suharman, Murni,Sofyan Qomari dan pengurus lainnya.

MUI Pasbar mengeluarkan surat Maklumat Nomor 01/maklumat/MUI-PB/2020 yang didasari Maklumat Tauziah MUI Pusat serta MUI Propunsi Sumatera Barat, hasil rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Pasaman Barat.

Dalam musyawarah MUI Kabupaten Pasaman Barat dihasilkanlah Maklumat dan Rekomendasi sebagai Berikut :

  1. Menyampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk dengan tegas menutup semua tempat-tempat keramaain seperti tempat hiburan,pesta,objek wisata,warnet,tempat maksiat, kecuali tempat menjual sembako.
  2. Memperketat keluar masuk transportasi umum ke Kabupaten Pasaman Barat.
  3. Mengajak Kepada seluruh warga masyarakat khususnya umat Islam di Pasaman Barat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat,memohon ampun kepada Allah, memperbanyak istighfar, zikir, sholawat, meninggalkan perilaku dzalim, memperbanyak sedekah, meninggalkan permusuhan. Hal ini karena adanya wabah virus Corona (Covid-19) bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT agar umat semakin mendekatkan diri kepadaNya.
  4. Mengajak Umat Islam untuk membaca do’a nazilah dia setiap shalat fardhu baik dalam Berjamah maupun sendiri-sendiri.

Terkait dengan pelaksanaan ibadah (Sholat Jum’at dan sholat berjamaah 5 Waktu tetapdapat dilaksanakan dengan memperhatikan hal sebagai berikut :

Menjaga kebersihan rumah ibadah dengan mengikuti standar kesehatan seperti penyemprotkan disinfektan, menggulung tikar masjid dengan membawa sajadah masing-masing, menyediakan alat cuci tangan/hand sanitizer.

Menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling membantu,tidak menyebarkan berita tidak benar.

Mengimbau kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat ,DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Forkopimda, Dinas Kesehatan,BPBD, Kemenag,FKUB,Ormas Islam, Niniak Mamak,Cadiak Pandai dan Tokoh Masyarakat untuk mensosialisasikan Maklumat tersebut diatas.

Maklumat tersebut dapat berubah jika terjadi perubahan perkembangan situasi dan kondisi Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat.

Calon kandidat Doktor Zawil Huda saat di konfirmasi oleh wartawan sabtu malam (28/3) menuturkan ” Fatwa MUI boleh berbeda setiap daerah sesuai dengan sikon daerah masing-masing, yang musti prioritas dibatasi super ketat adalah titik-ttik keramaian seperti: mall, pasar, hiburan, tempat maksiat, kedai, dan semua transportasi umum.

“Dan jangan lupa. satu lagi yang sangat penting dilakukan, yaitu, merenungkan tentang siapa dibalik virus corona ini dan apa tujuan nya. Jangan dipandang hanya semata cobaan belaka,tapi diduga kuat ada kemungkinan lainnya.”

“Jika musti dilakukan LockDown. Maka masyarakat harus taati, dan pemerintah wajib menanggung biaya hidupnya, hal Itu sesuai amanat Undang-undang nomo 6 th 2018. Selama Dalam Karantina Wilayah (Lockdown) kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah Karantina, menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

“Kita menunggu kebijakan Pemerintah untuk keselamatan dan kesehatan segenap masyarakat ini”. tandas Zawil Huda. (by roni/red)