Keltan Bungo Tanjung Panen 7,8 Ton GKP per Hektare dengan Menggunakan Pupuk Bios 44

137

Sijunjung, Padang Expo

Hasil uji coba penggunaan pupuk organik Bios 44 di lahan persawahan Kelompok Tani (Keltan) Bungo Tanjung Nagari Pamuatan Kabupaten Sijunjung cukup menuai hasil yang memuaskan.

Pasalnya pada panen perdana, Selasa (10/3), hasil produktivitasnya mencapai 7,8 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).

Arison selaku Ketua Keltan Bungo Tanjung mengatakan, “Hasil ubinan kami di demplot Bios 44, produktivitas rata-rata mencapai 7,8 ton per hektare, sementara di demplot Eco Farming produktivitasnya rata-rata 6,37 ton per hektare GKP,” ujarnya.

Acara panen raya perdana padi varietas cisokan ini dihadiri oleh Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Kadis TPHP Provinsi Sumbar Ir. Candra, Ketua DPRD Sijunjung, Bambang Irawan, Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI, Kunto Arief Wibowo, Dandim 0310/SS, Letkol Inf. Dwi Putranto, Sekdakab Zefnihan, Kadis Pertanian Sijunjung Ir.Ronaldi, Camat Kupitan Adri, Wali Nagari Pamuatan Zubier serta para undangan lainnya.

Arison mengatakan, pada program demfarm area dari Dinas TPHP Provinsi Sumbar, Keltan Bungo Tanjung mendapatkan beberapa kegiatan. Diantaranya Rembug Tani, Sekolah Lapangan (SL) dan Field Day, ujarnya.

Pada waktu kegiatan Sekolah Lapangan, Keltan Bungo Tanjung mendapatkan beberapa materi tentang pengolahan tanah, teknik penanaman jarwo, aplikasi bios 44 serta pemupukan , eco foto, tata guna air, hama dan penyakit tanaman lainnya serta sistem penangkaran benih.

“Saprodi yang kami dapatkan berupa, benih Cisokan 200 kg, kompos 20 ton, pupuk NPK 2 ton dan bio activator yakni Bios 44.9 kg, eco farming 1 kg, insektisida 10 liter, fungisida 10 liter dan pestisida 10 liter.

Dalam kesempatan yang sama, Ir.Candra selaku Kepala Dinas TPHP Provinsi Sumbar, Candra mengatakan, program demfarm area dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Sijunjung dan Pasaman.

Baca Juga :  Akses Jalan Silokek – Muaro Sijunjung Akhirnya Amblas

Ia berharap, dengan adanya perbaikan teknologi ini nantinya akan bisa terus meningkatkan produtivitas panen.

“Kita berharap perbaikan teknologi ini agar bisa terus mendorong petani untuk meningkatkan hasil produktivitas,” katanya.

Sementara, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin mengucapkan terimakasih kepada Danrem 032 /Wirabraja dan Dinas TPHP Sumbar yang telah berkesempatan dalam memberikan program demfarm area dan dukungan pupuk organik Bios 44 untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Sijunjung.

“Terima kasih, atas semua dukungan Bios 44, dan kita akan mengimbau kepada seluruh kelompok tani agar bisa menggunakan Bios 44 untuk meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Bupati Yuswir  juga menyebutkan, bahwa kabupaten Sijunjung memiliki varietas baru, yakni Lampai Sirandah. Lampai Sirandah ini merupakan pengembangan dari Lampai kuniang.

“Lampai Sirandah ini merupakan hasil kerjasama riset Batan dengan Pemkab Sijunjung, dan memiliki banyak keunggulan seperti tahan hama serta produktivitasnya 9 ton per hektar,” ujarnya.

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo selaku Danrem 032/Wirabraja memaparkan bahwa akan selalu terus berupaya bersama pemerintah daerah untuk mengembalikan dan mengolah lahan tidur atau yang tidak produktif melalui program yang dimiliki Korem 032/Wirabraja untuk terus meningkatkan hasil panen dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Danrem 032/Wirabraja mengatakan,”Korem 032/Wirabraja akan selalu siap membantu pemerintah daerah untuk mengembalikan lahan yang tidak produktif menjadi produktif,” ungkapnya. (Wahyu DZ)