Komisi III DPRD Kota Bukittinggi Tinjau Beberapa Titik Lokasi Yang Sering Terjadi Banjir

81

Bukittinggi, Padang Expo

Sejumlah laporan dari warga yang langsung disampaikan kepada Pemko dan DPRD Kota Bukittinggi terkait dengan persoalan terjadi banjir disaat terjadinya hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, langsung direspon oleh Komisi III DPRD Kota Bukittinggi dengan meninjau kawasan kawasan titik banjir tersebut bersama SKPD terkait, diantaranya di daerah Bukik Apik, Ujuang Bukik Baruah dan Lurah Ateh Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguk Panjang serta peninjauan ke Jalan Pendidikan Koto Selayan dan Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), pada Selasa (24/03).

Ketua Komisi III DPRD Kota Bukittinggi Maderizal, SH menjelaskan, memang sejak beberapa bulan terakhir, beberapa titik di Kota Bukittinggi sering terjadi banjir jika hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang cukup lama. Bahkan di beberapa titik, terjadi banjir yang diduga akibat kiriman dari daerah tetangga.

Sekarang ini, kalau hujan lebat dan lama, itu sering banjir. Ada juga yang tidak terlalu lebat, tapi daerah tetangga hujan lebat, beberapa daerah kita juga kena imbasnya. Ini beberapa laporan warga yang masuk ke kami di dewan.

“Oleh sebab itu, kita langsung untuk melihat situasinya dan coba mencarikan solusi terbaiknya, agar tidak lagi terjadi hal serupa. Salah satu langkah, memang dengan memperbarui drainase atau diperbaiki, diperbesar dan dibersihkan. Ini nanti kita bicarakan secara detail dengan SKPD terkait, melalui rapat kerja,” jelas Maderizal yang didampingi Anggota DPRD Komisi III diantaranya H.Irman, H.Ibra Yasser, serta Wakil Ketua DPRD Rusdy Nurman, SH.

Kepala Dinas PU Bukittinggi, Rahmat AE, bersama Kadis Perkim Erwin Umar menyampaikan, memang kondisi beberapa drainase butuh pembaruan dan juga pembersihan.

“Kita coba bikin perencanaannya, karena ini bukan persoalan yang gampang, dimana aliran drainase harus dipecah lagi agar tidak banyak yang menumpuk di satu titiik, sendimennya dibersihkan. Namun, salah satu yang utama adalah membenahi drainase induk dengan memecah alirannya. Ini tidak bisa kita kerjakan sendiri, karena kewenangan provinsi Sumbar. Kita sudah pernah laporkan dan kita akan coba komunikasikan lagi,”ujar Rachmat AE.

Baca Juga :  Wawako Bukittinggi Irwandi Terima Kunjungan Bamus DPRD Provinsi Jawa barat

Selain itu, Pemko dan DPRD Kota Bukittinggi juga mengimbau kepada warga untuk tidak lagi membuang sampah ke selokan atau drainase. Karena upaya yang dilakukan pemerintah tidak dapat berjalan maksimal, tanpa dukungan dari masyarakatnya,”sebut Erwin Umar.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bukitinggi H.Ibra Yasser menyampaikan, bahwa warga mengeluhkan sering terjadinya kecelakaan oleh kendaraan roda dua maupun roda empat yang jatuh ke kolam di pendakian/penurunan jalan pendidikan, Kelurahan Koto Selayan MKS, karena tidak adannya pagar pembatas jalan. Untuk itu masyarakat setempat berharap sekali agar pagar pembatas tepi jalan itu segera bisa diadakan,”ujar Ibra Yasser.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD Kota Bukittinggi Rusdy Nurman, SH mengatakan, aspirasi yang dikeluhkan warga didaerah Pulai Anak Air Rt 01/03, terkait air limbah perumahan. Dimana menurut warga, Limbah air perumahan yang dibangun pengembang sudah meresahkan warga Tr. 01/3 Pulai Anak Air.

“Seharusnya pengembang ketika membangun kawasan hunian komersial itu mempertimbangkan kondisi lingkungan, tapi hal itu sepertinya tidak mereka lakukan. Sehingga dampaknya kini dirasakan warga. Jangankam saluran air. Sumur resapan air saja ndak ada,”kata Rusdi Nurman. (fadhil/rahmi)