Penas KTNA XVI Tahun 2020, Sumbar Akan Lebih Hebat!

0
Segenap pihak yang terlibat siap sukseskan Penas KTNA XVI tahun 2020 di Sumbar, yang akan digelar di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. (Foto: Yeyen)

PADANG PARIAMAN, PADANG EXPO

Tiga bulan lagi Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalas (KTNA) digelar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barta (Sumbar), melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sumbar, telah mempersiapkan segalanya. Optimisme harus dilekatkan dalam semangat menyambut helat besar kelompok petani dan nelayan se-Indonesia ini.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas TPHP Sumbar Candra, Penas KTNA 2020 di Sumbar kali ini akan dihadiri oleh sekitar sedikitnya 50 ribu peserta. Bahkan, menurut dia, itu baru peserta yang tercatat, belum lagi pengunjung tambahan yang tidak tercatat.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni (dua dari kanan) dan Kepala Dinas TPHP Provinsi Sumbar Candra (dua dari kiri) tampak berbincang hangat mengenai perkembangan kesiapan seluruh tim untuk sukseskan Penas KTNA XVI tahun 2020. Acara pembukaan dan gelaran teknologi akan diselenggarakan di Padang Pariaman. (Foto: Ist.)

Sumbar sendiri sangat bersyukur, terpilihnya provinsi ini menjadi tuan rumah, setelah melewati perjuangan luar biasa oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam memperebutkan ketetapan untuk daerah pelaksana Penas KTNA XVI tahun 2020.

“Pak Gubernur sangat berharap Penas dapat dilaksanakan di Sumbar. Setelah berusaha beberapa kali, baru direstui pelaksanaannya di Sumbar. Demikian susahnya pertandingan untuk memperebutkan menjadi tuan rumah ini. Kita syukuri dan dukung bersama. Jangan sudah jadi tuan rumah, malahan pelaksanaannya tidak sukses,” tutur Candra mengenang perjuangan Provinsi untuk bisa dipilih jadi tuan rumah Penas KTNA XVI tahun 2020.

Tampak Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Padang Pariaman Ali Amran (paling kiri), bersama rombongan, mendampingi Kadis TPHP Sumbar Candra, menuju lokasi Asrama Haji Batang Anai, Padang Pariaman. (Foto: Yeyen)

Diuraikan, alur yang dilewati kemudian adalah penetapan daerah pelaksana, Kabupaten atau Kota yang bersangkutan. Pemprov kemudian menggodok dan mempertimbangkan, daerah mana yang kemudian diamanahi.

“Karena jumlah tamu cukup banyak, yang terpikirkan adalah tempat penginapan. Ketika dihitung, hotel terbanyak bisa menampung adalah Kota Padang. Kemudian selain itu, persyaratan lain seperti lokasi acara tidak jauh dari airport, itu dekat juga ke Padang,” sebut Candra.

Akhirnya terpilihlah Kota Padang sebagai tuan rumah. Namun, di tengah perjalanan, kendala terjadi. Dicontohkan, kendala status lahan jadi salah satu persoalan besar yang cukup rumit.

“Ada yang menyatakan kepemilikan lahan sektiar 1600 hektare. Yang 675 hektare itu masuk kawasan Balaikota, Baiturahmah, dan lainnya. Dan ternyata Pemko tidak mampu menyelesaikan hingga batas waktu. Ketika ada tim ke lapangan, untuk melakukan kegiatan terkait persiapan Penas, ada saja masyarakat yang memprovokasi. Sehingga tiap ke lapangan harus dikawal atau didampingi. Keluhan ini sudah disampaikan berkali kali. Tapi belum teratasi. Karena itu ditetapkan solusi untuk penyelesaian,” jelas Candra menceritakan awal mula kenapa akhirnya lokasi Penas menjadi dua, di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga :  Enam Orang ASN dari Berbagai OPD di Padangpariaman Jalani Sidang TP-TGR
Ketua KTNA Provinsi Sumatera Barat Oyon Syafe’i, saat berada di lokasi Gelar Teknologi untuk Penas nanti. (Foto: Istimewa)

Tak terelakkan, lokasi alternatif harus dicari. Karena yg terdekat Padang Pariaman, sebut Candra, Padang Pariaman kemudian jadi pertimbangan. Begitu diusulkan, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni langsung menyatakan siap tanpa keraguan. Akhirnya, diputuskanlah Padang Pariaman untuk lokasi agenda Gelar Teknologi Pertanian, yang merupakan bagian dari rangkaian acara selama Penas KTNA akan berlangsung.

Lokasi Asrama Haji dan area di sekitarnya kemudian menjadi pilihan. Berlokasi di Batang Anai, sangat dekat dengan bandara, dan lahan yang sangat luas serta kondusif bagi agenda kegiatan Gelar Teknologi Pertanian, ditetapkanlah lokasi tersebut khusus untuk kegiatan Gelar Teknologi Pertanian. Keputusan ditetapkan pada 3 Desember 2019, bahwa Padang Pariaman menjadi lokasi tambahan untuk event akbar Penas KTNA XVI tahun 2020 di Sumbar, selain Kota Padang.

“Namun, seluruh kegiatan yang berbau seminar, pertemuan, itu di Kota Padang. Pemondokan juga. Porsinya untuk penginapan itu Kota Padang 70 persen, Padang Pariaman 30 persen,” jelas Candra.
Dalam tata laksananya, semua lokasi di Padang Pariaman langsung disiapkan. Lahan sudah mulai ditanami. Sebagian bibit ditanam dulu di luar, saat peragaan baru ditempatkan di lokasi gelaran teknologi. Setting sudah diatur, sehingga semua pertanaman yang diperagakan nantinya bisa panen di hari “H”, yaitu pada 20-25 Juni 2020.

Ketua KTNA Padang Pariaman Bujang Pendawa, berpose di atas gedung Asrama Haji, dengan latar belakang area untuk Gelar Teknologi pada Penas nanti. (Foto: Yeyen)

“Udah diatur settingnya. Mudah mudahan tidak alami gangguan. Cuaca juga kita antisipasi,” imbuh Candra.

Selain gelaran teknologi, Padang Pariaman juga diamanahi untuk adi lokasi acara pembukaan. Sementara, Padang sendiri diamanahi acara-acara seminar, rembuk tani, dan gelar teknologi pendukung seperti Livestock Expo.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sumbar Candra menunjukkan lahan lokasi area Gelar Teknologi pada Penas Tani. (Foto: Yeyen)

Ditegaskan oleh Candra, dari alur yang sudah dijalani oleh Provinsi, bisa dilihat bahwa tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan untuk mengharumkan nama Sumbar sebagai tuan rumah Penas KTNA ini.

“Apalagi isu politik, tidak ada! Masyarakat harus paham, tidak semua selalu dikaitkan politis. Kendalanya adalah masalah status lahan, karena ada yang mengaku itu pemilikan pihak lain sehingga bisa muncul gangguan. Jadi jangan merasa Provinsi mencari dalih atau alasan untuk pindah. Apalagi waktu yang mepet, justeru butuh biaya besar dan kerja berat untuk menambah lokasi Penas ini,” tutur Candra.

Baca Juga :  Enam Orang ASN dari Berbagai OPD di Padangpariaman Jalani Sidang TP-TGR

Ditekankan, sukses Penas KTNA XVI adalah suksesnya Sumbar, sukses seluruh masyarakat di Sumbar, bukan sukses pihak tertentu apalagi partai politik.

Tampak bagian depan Gedung Asrama Haji Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masih akan dibangun beberapa unit gedung lagi dalam satu kompleks besar Asrama Haji ini. (Foto: Yeyen)

“Seperti harapan Gubernur, Sumbar harus lebih hebat dari pelaksana Penas sebelumnya. Kita harus bisa!” sebut Candra.

Sementara, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyatakan, begitu daerahnya ditetapkan untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan Penas KTNA XVI, pihaknya menyatakan siap dan segera melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Respon sangat baik. Dalam waktu singkat semuanya selesai, berkat dukungan masyarakat. Lahan 30 hektare juga selesai. Kami bertekad bersama-sama mensukseskan Penas KTNA ini,” tuturnya.

Harapannya, sebut Ali Mukhni, apa yang didapatkan melalui ajang ini bisa berkelanjutan, terutama bagi masyarakat petani nelayan di Padang Pariaman.

“Ada multiply effect, itu tujuan utama Kita,” sebut Bupati.

Ditambakan, telah disiapkan 8.200 unit rumah untuk pemondokan peserta. Campur tangan walinagari setempat juga sangat berperan dalam hal ini.

Dalam kesempatan wawancara yang sama, senada dengan Bupati, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Padang Pariaman Ali Amran menjelaskan, meskipun Padang Pariaman di last minutes ditetapkan ambil bagian dalam penyelenggaran Penas KTNA XVI, namun masalah kesiapan, daerah tersebut bergerak cepat.

“Padang Pariaman dalam kondisi apapun siap! Waktu itu diajukan dua lokasi. Akhirnya dipilih Asrama Haji, karena dekat dengan bandara. Respon masyarakat juga sangat mendukung. Apalagi ini event nasional yang diadakan di daerah Kita. Direspon langsung oleh kepala daerah. Kita juga berupaya memperbaiki kondisi di Asrama Haji ini,” jelas Ali Amran.

Diungkapkan, sedikitnya, Rp7 miliar dialokasikan Pemkab Padang Pariaman untuk kegiatan ini. Efek domino tentu diharapkan oleh Pemkab.

“Efek domino yang kita harapkan, salah satunya, Asrama Haji yang dibangun di Kasang ini ,mungkin banyak pihak yang belum mengetahui persis, jadi dikenal. Pariwisata juga bergerak,” sebut Ali Amran lagi.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Padang Pariaman Alim Amran (kiri). (Foto: Yeyen)

Asrama Haji sendiri, katanya, bukan hanya untuk tampung jamaah haji yang mau diberangkatkan, namun bisa juga digunakan untuk acara pertemuan besar.

KTNA Sumbar: Semoga Penas KTNA XVI Membawa Pembaharuan Bagi Kita

Persiapan para Kelompok Tani Nelayan Andalan se-Sumbar sendiri sudah cukup matang menghadapi Penas. Disebutkan oleh Ketua KTNA Sumbar Oyon Syafe’i, pihaknya berharap Penas yang akan digelar di Sumbar akan membawa pembaharuan bagiS masyarakat petani dan nelayan Sumbar.

Baca Juga :  Enam Orang ASN dari Berbagai OPD di Padangpariaman Jalani Sidang TP-TGR

“Pembaharuan cara berpikir, cara berbuat di lapangan, Penas ini hendaknya bisa mengubah kebiasaan petani kita dari konvensional menuju berbasis teknologi. Apalagi mengingat, di Penas itu akan ditampilkan teknologi-teknologi terbaru, temua terbaru, sehingga diharapkan terjadi transfer teknolgoi,” tutur Oyon.

Disebutkan, untuk Penas ini, panitia Pusat dan Daerah, hingga Panpel, sudah siap. Rapat intens digelar. Tinggal menunggu hari “H” untuk realisasi acara yang menakjubkan.

“Untuk peserta peninjau pendamping, kita fasilitasi dengan penginapan di Kota Padang. Untuk upacara, pembukaan dan penutupan, pembukaan di Padang Pariaman, penutupan di Kota Padang. Area disiapkan 2,2 hektare untuk Pembukaan. Ada asrama haji, seluas 10 hektare, dengan fasilitas 70 kamar. Kalau satu kamar diisi tiga orang, makan akan 210 orang yang bisa di sana,” urai Oyon.

Untuk Gelar Teknologi Pertanian disiapkan lahan 34 hektare, terbentang di depan asrama haji, di sebelah lokasi upacara pembukaan nantinya.

Sementara, Ketua KTNA Padang Pariaman Bujang Pandawa menyampaikan, KTNA Padang Pariaman sendiri sangat berharap ajang besar ini bisa sukses. Selain itu, gelaran teknologi juga diharapkan bisa memberi masukan berarti bagi mindset para petani di Padang Pariaman.

“KTNA Padang Pariaman berharap ini sukses, dan ini adalah harapan besar Kita. Ini kesempatan emas kita sebagai tuan rumah. Walaupun dana dan anggaran minim, Kita tetap optimis,” ujarnya.

Dijelaskan, di Padang Pariaman ada 17 kecamatan. Masing-masing kecamatan juga ada pengurus KTNA tingkat Kecamatan. Jumlah anggota KTNA Padang Pariaman sendiri kumulatif dari jumlah di tingkat Kecamatan. Sementara, yang diberi anggaran oleh Pemda untuk KTNA XVI hanya 250 orang.

“Kita harapkan kehadiran petani swadaya sendiri lebih besar lagi. Terutama mengingat jarak dekat dengan lokasi Gelar Teknologi Pertanian. Ajang ini jangan dilewatkan, karena melalui ajang ini, akan ada pertukaran informasi teknologi pertanian dan lainnya yang sangat bermanfaat,” sebut Bujang.

Seluruh pihak, dikatakan, hendaknya memberi dukungan terbaik bagi acara ini.

“Karena suksesnya acara ini adalah Sukses Kita semua, sukses Sumatera Barat. Harum acara ini, harum nama Sumatera Barat. Mari Kita sukseskan KTNA XVI tahun 2020 ini!” imbau Bujang. (Yeyen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here