Sadis !! SD 06 Sungai Nanam Terindikasi Potong Langsung Dana BSM dari Baznas Sebesar 300 Ribu Untuk Sumbangan Komite

250

LEMBAH GUMANTI (PADANG EXPO)

Pemerintah telah memberi perhatian serius bagi dunia pendidikan termasuk sarana prasarana sekolah, kesejahteraan para guru sampai pada perhatian terhadap peserta didik atau siswa, oleh karenanya dengan perhatian itu termasuk dalam hal ini pemberian bantuan, yang diperuntukkan Bagi Siswa Miskin (BSM) jangan sampai ada pemotongan dengan alasan apapun, itu hak mereka.

Siswa miskin perlu diberi kesempatan untuk sekolah. Karena siswa miskin juga merupakan anak bangsa dan punya hak untuk mengenyam pendidikan seperti siswa yang lain, apalagi pemerintah saat ini tengah berupaya agar anak usia sekolah wajib sekolah jangan sampai putus sekolah. Karena itu perlu adanya kepedulian dan peran para guru, kepala sekolah, UPTD Pendidikan, orang tua, masyarakat dan stakeholder untuk wajib mendukung program pemerintah ini serta ikut mengawasi aliran bantuan BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang telah diterimakan beberapa waktu lalu, agar uang bantuan itu benar-benar dapat tersalurkan ke anak didik/siswa secara utuh sesuai prosedur.

Namun tidak untuk di SD 06 Sungai Nanam Lembah Gumanti Kabupaten Solok, Justru Bantuan Dana dari Baznas sebesar Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk Murid di potong oleh pihak komite sekolah sebesar Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) dengan alasan sumbangan, adapun uang yang dipotong tersebut alasannya dipergunakan untuk pembangunan sekolah, dan hal ini wajib dilakukan kepada semua Murid SD 06 Sungai Nanam tanpa terkecuali, sedangkan untuk diketahui jumlah siswa yang ada di lingkungan SD 06 Sungai Nanam tersebut berjumlah lebih kurang 280 siswa.

Menurut pantauan dan data yang dihimpun oleh Tim Padang Expo dilapangan, informasi tersebut didapatkan dari beberapa orang tua atau wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  KPK Panggil Bupati Solsel, Sebagai Tersangka Suap Proyek Masjid dan Jembatan

Salah satu Wali Murid mengatakan, “ Betul adanya pemotongan yang dilakukan pihak sekolah, seharusnya bantuan dari Baznas ini kami terima sebesar Rp.500 ribu, tapi pas diterima dari anak (murid.red) hanya 200 ribu. Kita sempat bingung soalnya tidak ada pemberitahuan sebelumnya kalau pemotongan biaya sumbangan ini sebesar Rp.300 ribu,” ujarnya kepada Tim Padang Expo.

Merujuk dari hal itulah akhirnya Tim Padang Expo lalu mengkonfirmasikan kepada pihak sekolah SD 06 Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, Kamis (5/3/2020)

Ketika ditanya adanya rumor mengenai pemotongan BSM, menurut keterangan dari Gusmala selaku Bendahara Komite sekaligus merangkap sebagai bendahara sekolah mengatakan kepada media, bahwa adapun anggaran komite tersebut bukan pihak sekolah yang mengelola, menurut pengakuannya mereka hanya membantu memungut biaya tersebut kepada murid lalu diserahkan kepada komite sekolah.

Gusmala bahkan mengatakan, bahwa mereka tidak pernah sama sekali ikut serta dalam rapat komite sekolah, ia juga mengatakan untuk berita acara rapat komite serta absen kehadiran rapat komite pun ada, namun mereka tidak pernah ikut sama sekali mengenai rapat tersebut, bahkan ia telah meminta izin kepada kepolisian sebelum akan dilaksanakan rapat komite sekolah tersebut.

Sedangkan dari Wali Murid, mereka sangat mengeluhkan dengan adanya pemotongan biaya untuk sumbangan komite sebesar ini, apalagi ini termasuk kategori untuk Biaya Siswa Miskin.

Sementara, keterangan dari Kepala Sekolah SD 06 Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Zulfatli,S.Pd membenarkan bahwa itu adalah uang sumbangan dari Baznas untuk Murid dan dipungut dari Siswa/Murid lalu diserahkan kepada Komite Sekolah yang akan dipergunakan untuk pembangunan sekolah, ujarnya.

Jika merujuk kepada tata bahasa dan aturan ‘Sumbangan’ dimanapun yang namanya ‘sumbangan’ tidak ditentukan nilai nominalnya, tapi hebatnya Komite di SD 06 Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok ini ‘sumbangan’ tersebut sudah ditentukan angka nominalnya, maka hal ini sudah sepantasnya dinamakan Pungutan bukan lagi Sumbangan.

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik per April 2020

Melalui konfirmasi dan keterangan dari Afzon, A.Md selaku Ketua Komite SD 06 Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok mengatakan didalam rapat Wali Murid itu sudah ada persetujuan dari Wali Murid, dan Wali Murid yang tidak hadir pada saat rapat dinyatakan secara langsung menyetujui hasil rapat komite tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim akan terus melakukan pemantauan mengenai sumbangan pungutan yang dilakukan di lingkungan SD 06 Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok ini.

Mudah-mudahan rumor itu tidak benar, seandainya itu ada dan terbukti serta ada pengakuan tambahan dari siswa/orang tua wali murid, ini bisa menjadi temuan kasus hukum. Sebab jenis bantuan apapun namanya apalagi ini bantuan untuk siswa miskin, pemotongan atau penerimaan tidak utuh adalah bentuk pelanggaran/larangan.(TIM)