Surat Terbuka LAI Kepada Pemprov Sumbar Terkait Covid 19

141

Padang Expo, Padang Sumbar

Nomor : 50/GPdJB/LAI/III/2020.      Padang, 28 Maret 2020
Perihal : Surat Terbuka LAI

Kepada Yang Terhormat
Bapak, Ibu, Saudara:

1. Anggota DPR RI dapil Provinsi Sumatera Barat
2. Anggota DPD RI dapil Provinsi Sumatera Barat
3. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat
4. Anggota DPRD Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Sumatera Barat
5. Para Pengusaha Minang di seluruh Indonesia di Tempat

Dengan Hormat,

Salam dan doa, semoga kita dan masyarakat Sumatera Barat senantiasa diberkati kesehatan. Aamiin.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah menyatakan bahwa sebanyak lima orang warga Sumatera Barat positif terkena virus Corona: Covid-19. Data tersebut diumumkan melalui laman corona.sumbarprov.go.id pada Kamis, 26 Maret 2020. Dimulai pukul 14.10 WIB, dinyatakan satu pasien positif di Bukittinggi dan hingga pukul 16.30 WIB, dinyatakan secara beruntun sebanyak lima orang positif terkena Covid-19.

Hingga Jumat, 27 Maret 2020, pukul 19.08 WIB, bertambah 2 orang pasien positif terjangkit Covid-19. Total menjadi 7 pasien positif di Sumbar dengan rincian di Kota Padang 3 orang positif Covid-19, di Kota Bukittinggi 4 orang positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (dilansir dari https://covesia.com/news/baca/93547/ kasus-positif-covid-19-di-sumbar-bertambah-jadi-7-orang-kasus-terbaru-pdp-di-sph-kota-padang).

Selain angka tersebut, sudah tercatat 1.024 orang dalam pemantauan (ODP), 23 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dan sebanyak 13 orang sedang menunggu hasil (dilansir dari https://corona.sumbarprov.go.id// pada 28 Maret 2020 pukul 06.59 WIB). Jumlah ini diprediksikan akan bertambah karena pasien penderita Covid-19 memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit dan tidak mengisolasi diri setelah bepergian. Bahkan, mereka beraktivitas rutin selama satu minggu sebelumnya.

Dengan angka tersebut, diprediksikan bahwa sejumlah pemimpin kota/kabupaten se-Sumatera Barat akan membuat kebijakan tegas agar masyarakat tidak ke luar rumah, menghindari keramaian, dan juga membuat larangan untuk melakukan ibadah di tempat umum.

Baca Juga :  Legenda Sepak Bola Dunia Diego Maradona Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

Berdasarkan edaran MUI Sumbar, mulai Jumat, 27 Maret 2020, sudah diberlakukan pelaksanakan ibadah salat Jumat di rumah masing-masing dan diganti dengan shalat zuhur (dilansir dari https://sumbar.antaranews.com/berita/339890/ cegah-covid-19-kabupaten-solok-keluarkan-imbauan-tiadakan-shalat-jumat). Hal tersebut juga berlanjut pada pelaksanaan salat lima waktu di rumah masing-masing.

Kebijakan ini secara tidak langsung akan mempengaruhi ekonomi masyarakat lemah, khususnya masyarakat miskin di Sumatera Barat. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, pada tahun 2019, tercatat sebanyak 343.090 jiwa merupakan rakyat miskin. Rata-rata rakyat miskin mencari nafkah harian untuk dimanfaatkan belanja kebutuhan esok hari. Mereka kebanyakan bekerja sebagai buruh harian, pedagang harian, dan pemasok makanan harian. Dengan adanya kebijakan di rumah saja, tentunya aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan harian tersebut menjadi terkendala.

Untuk mengantisipasi dampak negatif ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro kecil menengah (dilansir dari https://www.tagar.id/corona-sumbar-siapkan-25-miliar-untuk-warga-miskin). Kebijakan ini merupakan langkah baik untuk membantu masyarakat miskin di Sumatera Barat. Akan tetapi, jika dihitung secara proporsional, masing-masing rakyat miskin hanya mendapatkan Rp 72.850. Nilai tersebut tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat miskin selama masa penanganan Covid-19 ini.

Dalam kondisi ini, perlu dilakukan aksi gotong royong membangun Sumatera Barat dalam menangani Covid-19. Gotong royong dapat menjadi perjuangan bantu-membantu sesama. “Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua,” sebagaimana penggalan pidato Presiden Soekarno menjadikan gotong royong sebagai landasan semangat membangun bangsa.

Berangkat dari filosofi gotong royong tersebut, Sumatera Barat perlu mencontoh pengusaha Batam yang melakukan penggalangan dana untuk membantu pembiayaan dan peralatan untuk pencegahan Covid-19. Pada Rabu 18 Maret 2020, mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 6,4 Milliar dalam agenda pertemuan bersama Pemerintah Kota Batam (dilansir http://rri.co.id/post/berita/803860/tanggap_bencana/kurang_dari_
satu_jam_pengusaha_batam_kumpulkan_6470_miliar_untuk_pencegahan_covid19.html).

Baca Juga :  Terkait Penolakan Masyarakat Sumbar, Pemprov Akan Mempercepat Kepulangan Wisatawan Asal China

Banyak masyarakat di Sumatera Barat harus dibantu dan diedukasi agar cerdas dan terarah dalam menyikapi hidup selama masa inkubasi yang bisa saja bertambah atau berkurang masa waktunya sesuai dengan situasi perkembangan Covid-19.

Bapak, Ibu, Saudara yang terhormat,
Melalui surat terbuka ini, Leon Agusta Institute dengan semangat etika budaya: Saling menghormati, Saling percaya, dan Bersama bekerja untuk kebaikan bersama:

Mendorong Bapak/Ibu/Saudara: Anggota DPR RI dapil Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPD RI dapil Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPRD Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Sumatera Barat, Para Pengusaha Minang di seluruh Indonesia ikut dan terus membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat.

Mendorong dan mendukung Bapak/Ibu/Saudara sekalian melakukan penggalangan dana guna memperkuat dukungan dan bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Sumatera Barat.

Kita berharap dapat melewati masa inkubasi ini secara bersama-sama dengan bahu-membahu dan membangun kepercayaan.(Dwi/JFA)