Tanah Datar Belum Siap Hadapi CoVID 19, Petugas Kesehatan Hanya Gunakan Jas Hujan

180

Kabupaten Tanah Datar, Padang Expo

Dua orang petugas puskesmas turun dari ambulance dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang jauh dari kata layak, dan hanya menggunakan jas hujan disertai masker, dengan membawa seorang pasien yang mengalami ciri-ciri mirip penderita CoVID 19, di lobi UGD RSUD. Hanafiah Batusangkar.

Pengamat hukum kesehatan, Firdaus Diezo mengapresiasi semangat petugas kesehatan puskesmas yang telah mau mengantarkan pasien dengan hanya menggunakan alat pelindung diri seadanya itu.

Meski demikian, Dezo menilai, kondisi tersebut juga menandakan jika pemerintah sangat tidak siap untuk menghadapi penyebaran virus COVID 19. kalau seperti ini kelihatan sekali kalau kita tidak siap. Perlu standar alat pelindung diri bagi petugas medis yang menagani COVID-19,” ungkap Firdaus Dezo, Rabu 18/3.

Lebih lanjut Dezo mengatakan, pemerintah daerah harus mengeluarkan kebijakan terkait alat pelindung diri (APD), dan harus mecarikan solusi untuk APD ini. Alat yang begitu membahayakan medis dan tenaga medis sangat bertentangan dengan undang undang no 6 tahun 2018 Tentang karantina kesehatan.

” Untuk menghindari tenaga medis dan para medis dari COVID-19. Pemerintah harus Bergerak cepat, kapan perlu masyarakat ikut bantu sebagai donatur. Perang melawan COVID-19,” katanya.

Dalam hal ini menurut Dezo, persoalan APD yang tidak layak harus diselesaikan oleh pemerintah daerah dan harus ada keputusan yang tepat. Jika tidak memiliki anggaran pengadaan, pemerintah daerah juga dapat mengajukannya kepada pemerintah pusat.

”ini harus dievaluasi, harus diperbaiki segera, karena wabah ini kita tidak tahu kapan berakhirnya,” tutupnya. (Dwi/Tim)

Baca Juga :  Untuk Memutus Penyebaran Mata Rantai COVID 19, Wabup Tanah Datar Bagikan 1000 Masker