Wako Bukittinggi : “Masyarakat Jangan Mudah Terpengaruh Dengan Informasi Tidak Benar (Hoax) dari Sumber yang Tidak Berwenang”

53

Bukittinggi, Padang Expo

Pemerintahan Kota Bukittinggi sangat menyayangkan banyaknya beredar informasi tidak benar (hoax) ditengah masyarakat melalui media sosial terkait kondisi penanganan COVID-19, khususnya di kota Bukittinggi, seperti, Pemko akan menutup pasar, driver ojol positif corona serta pasien positif sudah negatif dan Pemko akan lakukan lockdown dan sebagainya.

Walikota Bukittinggi HM.Ramlan Nurmatias, SH menyampaikan, Informasi-informasi tidak benar seperti itu tentu akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu daerah tidak punya wewenang untuk melaukukan tindakan lockdown, karena itu adalah kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk itu, Walikota menghimbau warga, untuk tidak menyebarkan informasi yang hoax. Jangan sebar informasi yang sesat dan buat warga semakin panik. Itu semua tidak benar,”ujar Ramlan Nurmatias. Minggu (29/03)

Terkait dengan informasi perkembangan penanganan pasien positif COVID-19 maupun Pasien dalam Pengawasan (PDP) di RS.Achmad Muchtar, Wako Ramlan menjelaskan, meminta masyarakat agar arif menyaring informasi tersebut.

“Informasi perkembangan kondisi pasien yang dirawat di RSAM dirilis oleh pihak yang berwenang. Saya sendiri dalam menyampaikan informasi terkait hal tersebut ke media setelah mendapatkan laporan dari pihak RSAM. Oleh karena itu, saya harapkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi dari sumber yang tidak berwenang.

“Untuk kondisi Bukittinggi, saat ini diisolasi 11 pasien di RSAM. Kemarin sudah dikirim 8 swap dari pasien ke Lab Unand. Alhamdulilah, 1-6 negatif dan telah digeser ruangannya. Sementara 2 lainnya kita tunggu hasil, Insya Allah Senin keluar hasilnya. Kemudian, yang 2 pasien telah dinyatakan positif sebelumnya, kondisinya mulai membaik. Tapi belum sembuh total dan masih dalam perawatan di RSAM,”jelas Wako Ramlan.

Wako juga mengatakan, selain itu, Pemko juga minta kesadaran warga pendatang dari daerah pandemi untuk memeriksakan kesehatan sangat dibutuhkan. Pemko juga tengah menyiapkan alat penyemprotan disinfektan di setiap pintu masuk Bukittinggi. Selain itu, saat ini Pemko tengah melakukan kajian serta penyisiran terhadap anggaran kegiatan dalam APBD Tahun 2020 untuk dialihkan sebagai pendanaan kegiatan dalam rangka penanganan COVID-19.

Baca Juga :  Wali Kota Bukittinggi Menyerahkan Secara Simbolis Santunan Bahan Pakaian Bagi Guru MDTA, TPQ, TKQ, TPSQ, Pondok Al qur’an dan Pondok Pesantren Se Kota Bukittinggi

“Saat ini kami tengah menyisir anggaran kegiatan dalam APBD tahun 2020 untuk dialihkan sebagai pendanaan kegiatan dalam rangka penanganan virus corona di kota Bukittinggi, termasuk kemungkinan mengalihkan anggaran proyek-proyek fisik. Kita akan fokuskan APBD tahun 2020 untuk itu, dan kita siapkan dulu payung hukumnya”kata Wako.(fadhil/rahmi)