1 Pasien PDP di Kabupaten Solok Meninggal Dunia

25

Solok, Padang Expo

Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Solok, meninggal dunia. Pasien PDP berinisial EW (59), warga Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. EW meninggal sekira pukul 04.00 WIB di RS M Natsir Kota Solok, Senin (27/4/2020). EW merupakan pasien ketiga dengan status PDP asal Kabupaten Solok yang meninggal dalam dua hari terakhir.

Syofiar Syam selaku Juru Bicara (Jubir) Penangan Covid-19 Kabupaten Solok, menyatakan EW tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi. Gejala yang dikeluh pasien sebelumnya, menurut Syofiar Syam adalah batuk, sesak napas, nyeri di kepala dan lemah di anggota gerak sebelah kiri.

“Hasil rontgen menunjukkan Broncophenomoni dan berdasarkan itu dr di RS M. Natsir menetapkan sebagai PDP,” ujarnya.

Dalam hal ini,  Syofiar Syam mengatakan bahwa terkait status positif atau negatif, menyatakan EW telah diambil sampel swabnya. Namun, hasil tes tersebut belum keluar.

“Swab pasien sudah diambil. Namun, hasilnya belum keluar. Jadi belum bisa dipastikan apakah positif atau negatif,” ujarnya.

Sebelumnya, satu Orang Pasien Dalam Perawatan (PDP) di Kabupaten Solok, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah M Natsir Solok, GU (64 th) warga Nagari Gantuang Ciri Kabupaten Solok. Pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia pada pukul 5.30 WIB di rumahnya.

Syofiar Syam juga menyampaikan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah M Natsir Solok pada tanggal 25 April 2020 Pukul 9.00 Wib dengan keluhan Sakit Jantung.

Setelah melalui rangkaian medical check up, hasil Rontgen pasien atas nama GU keluar dan tergambar dalam hasil tersebut, pasien ada Bronko peneumoni akibat infeksi dan peradangan pada saluran napas utama, yaitu bronkus yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Baca Juga :  Rafi, Anak Tukang Ojol di Solok Penderita Leukemia Akut Butuh Uluran Tangan Pemerintah dan Dermawan

Berdasarkan hasil rontgen, pihak RSUD M.Natsir menetapkan GU sebagai Pasien Dalam Pengawasan dan mengirimkan data tersebut kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Solok untuk ditindaklanjuti.

Namun pada sorenya pukul 16.30 Wib pada hari yang sama, Pasien pulang paksa dari Rumah Sakit Umum Daerah M.Natsir, namun sangat disayangkan besok harinya 26 April 2020 pada pukul 5.30 WIB, pasien atas nama GU diumumkan meninggal dunia di rumahnya.

“Hasil swab dari pasien atas nama GU sudah diambil untuk dikirimkan ke labor Unand dan jenazah akan dimakamkan di gantung ciri dan diselenggarakan dengan protokol Covid-19,” tutup Syofiar Syam.

Sehari sebelumnya, satu Orang Pasien Dalam Perawatan (PDP) di Kabupaten Solok akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Natsir, Kota Solok (25/42020). Jenazah berinisial A (59) tersebut, merupakan warga Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok.

Kabag Humas Pemkab Solok yang merupakan Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam, menyatakan pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia di RSUD M Natsir, Kota Solok pada pukul 23.01 WIB.

Syofiar Syam juga menyampaikan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut sebelumnya di rawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah M Natsir Solok pada tanggal 23 April 2020 dengan gejala batuk dan stroke. Namun setelah 3 Hari dalam perawatan Pasien atas nama A (59) meninggal dunia.

“Jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19,” tutur Syofiar Syam.*d79/PN