9 Orang Warga Solsel Tertimbun di Bekas Tambang Emas Belanda

77
Foto (Ant)

Padang Aro, Padang Expo

Sembilan orang dilaporkan tewas tertimbun dan tiga orang dalam keadaan selamat di tambang emas ilegal di Solok Selatan usai hujan deras melanda kawasan tersebut.

Kejadian tersebut tepatnya di Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Sabtu (18/4) dulunya terkenal dengan tempat penambangan emas peninggalan kolonial belanda.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto mengatakan, “Informasi yang didapat, tambang tersebut merupakan bekas tambang peninggalan zaman belanda, mereka mencari emas dan mendulang secara tradisional di lokasi,” ujarnya.

Menurut informasi kejadian itu terjadi sekira pukul 17.45 WIB dilaporkan jam 22.00 WIB. Mulai dilakukan evakuasi sampai TKP itu pukul 00.15 WIB. Alhamdulillah jenazah bisa diangkat semua itu pukul 01.30 WIB,” kata Imam, Minggu (19/4)

Adapun untuk mengevakuasi korban yang tertimbun di lokasi penambangan emas tersebut dilakukan dengan cara manual tanpa alat berat.

Sebenarnya ada 12 orang yang pada saat itu hendak mendulang emas, namun 3 orang yang selamat berada diluar dan yang sembilannya dibagian dalam lubang. Dari 3 orang tersebutlah yang memberikan informasi dan melakukan evakuasi awal, ujar imam.

Imam mengatakan jika tambang emas bekas peninggalan dari zaman penjajahan Belanda tersebut memang tak memiliki izin. Pihak kepolisian juga telah beberapa kali melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pertambangan di tambang emas tak berizin tersebut. Namun, masyarakat tetap melakukan aktivitas pertambangan ilegal itu secara diam-diam.

Sementara, Abdul Rahman selaku Plt.Bupati Solok Selatan menyebutkan bahwa di Nagari Ranah Pantai Cermin tersebut banyak lokasi penambangan emas peninggalan zaman Belanda.

Ia menjelaskan, bahwa akibat Pandemi CoVID-19 saat ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat. Apalagi sebagian besar masyarakat Sangir Batanghari ini sebagai petani sawit, pinang dan karet yang harganya saat ini sangat anjlok sekali. Jadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka akhirnya menambang emas secara tradisional di Jorong Talakiak, sebab disana banyak terdapat tambang emas peninggalan zaman belanda, ungkapnya.

Baca Juga :  Hasil Uji Swab Keluar, 1 Orang Lagi Dinyatakan Positif Covid di Solsel

Abdul Rahman mengatakan, dengan adanya peristiwa ini maka pihaknya akan semakin mengawasi pertambangan tersebut, meskipun dilakukan secara tradisional. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya korban jiwa dan mengakibatkan longsor juga.

Saat ini seluruh korban tewas telah berada di rumah duka masing-masing, beberapa jenazah juga sedang dipersiapkan untuk dimakamkan. (*syahril/red)