Akibat Lambannya Hasil Swab Pasien PDP di Solsel, Kadinkes Terancam Dicopot

261
Plt Bupati Solsel, Abdul Rahman

Solok Selatan, Padang Expo

Plt Bupati Kabupaten Solok Selatan Abdul Rahman meradang, akibat ulah Kadinskes Solsel terkait atas status PDP yang bernama ‘AZ’ yang sebelumnya dikatakan ia Suspect Virus Corona (CoVID-19).

Plt Bupati menegaskan, untuk semua hasil PDP harus diumumkan kepada masyarakat, apapun itu nanti hasilnya,ujarnya.

“Semua hasil PDP itu seharusnya segera diumumkan kepada masyarakat, apapun itu hasilnya,” tegas Abdul Rahman, Minggu (5/4/2020).

Dalam hal ini Plt Bupati menekankan, jangan sampai ada pembohongan publik didalam permasalahan ini, apalgi ini virus corona termasuk golongan serius, bahkan sudah mewabah hampir keseluruh dunia, jika memang sampel telah diambil lalu diantarkan ke pihak labor, kenapa sampai sekarang belum ada hasilnya, ungkapnya.

“Jika memang telah diambil sampel dan diantarkan ke pihak labor kenapa belum ada juga hasilnya,” tanya Plt Bupati.

Abdul Rahman sendiri selain menjabat selaku Plt Bupati Solok Selatan, juga sebagai Ketua Gugus Tugas CoVID 19 Wilayah Kabupaten Solok Selatan.

Bahkan dengan jelas dan tegas ia mengatakan, jika Kadinkes telah melakukan pembohongan terhadap publik terhadap permasalahan ini, maka konsekuensi yang akan diambil adalah tindakan tegas dan dipecat, ujarnya.

“Saya sebagai Pimpinan di kabupaten Solok Selatan ini sangat bertanggungjawab terhadap wabah virus Covid-19 ini, jika seandainya Kadinkes melakukan pembohongan terhadap publik terkait persoalan ini, maka saya akan ambil tindakan tegas dan dipecat,” tegas Abdul Rahman.

Ia menerangkan, jika sampel tersebut memang sudah dikirim atau tidak dikirim, seharusnya dijelaskan kepada masyarakat, jangan ada yang ditutupi sedikitpun.

“Ada atau tidaknya dikirim sampel swab almarhum tersebut semuanya harus dijelaskan kepada masyarakat terutama keluarga almarhum jangan ada yang ditutupi,” tegasnya.

Baca Juga :  Perawatan Pengaspalan Jalan Nasional Muaralabuh, Terkesan Asal Jadi

Abdul Rahman mengatakan, seharusnya masih ada dengan cara lain, misalnya dengan rekam medis, jika masih tidak ada juga laporan yang didapatkan, maka hal ini akan dikoordinasikan dengan pihak medis terkait, tandasnya.

Sebelumnya, sempat beredar berita bahwa pasien PDP yang bernama AZ telah meninggal dunia pada Selasa (31/3/2020) lalu. Namun hingga saat sekarang belum ada kejelasan sama sekali dari pihak terkait mengenai pasien PDP tersebut apakah almarhum positif corona atau negatif.(syahril)