Bupati Agam, Indra Catri : Pertanian adalah Jaring Pengaman Sosial di Masa Pandemik CoVID-19

24

Lubuk Basung, Padang Expo

Bupati Agam Dr. Indra Catri meminta kepada seluruh para petani agar tidak berhenti berproduksi ditengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan untuk itu para petani pun harus dijaga serta dilindungi agar tidak terdampak oleh CoVID-19, hal ini ditegaskan oleh Bupati agar pelaku pertanian tetap beraktivitas, ujar Bupati saat meninjau langsung aktifitas pertanian di Sungai Pua, Selasa (28/4)

Selain sebagai penyedia kebutuhan pangan, saat ini sektor pertanian sangat berperan sebagai jaring pengaman sosial (Social Safety Net) dan sekaligus untuk pengaman dalam menghadapi CoVID-19, ungkap Bupati.

Bupati menjelaskan “Para petani harus diselamatkan, sebab jika wabah CoVID-19 ini tetap berlanjut maka sektor pertanian dapat membuka lapangan pekerjaan baru”

Pandemik CoVID-19 ini benar-benar menghancurkan sektor perdagangan dan jasa secara signifikan, imbasnya akan banyak masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan. Nantinya akan banyak limpahan tenaga yang tidak terserap di sektor perdagangan dan industri serta jasa ke sektor premier (pertanian), ungkapnya.

Saat ini, sekitar 35% sektor dibidang pertanian merupakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Agam, sedangkan pada sektor industri dan perdagangan sekitar 23% dan bidang jasa 43%.

Apabila wabah pandemik CoVID-19 ini berlangsung selama tiga bulan kedepan, diperkirakan akan ada penambahan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian meningkat 40-45%. Namun jika kondisinya masih terus berlanjut hingga enam bulan kedepan, sudah dipastikan sektor industri perdagangan dan jasa akan berdampak lebih besar lagi, dan akan diperkirakan para pelaku usaha sektor pertanian tambah meningkat lagi menjadi 50-60%, terang Bupati.

Bupati menjelaskan, Hal ini akan membuat struktur ekonomi yang relatif maju dan kita nikmati beberapa tahun belakang ini akan bergeser ke sektor primer seperti kondisi pada tahun 2015, bahkan bisa seperti tahun 2010 sebab aktivitas perekonomian lebih banyak melayani dan mencukupi kebutuhan sendiri saja.

Baca Juga :  Kadistan Agam, Arief Restu : Dalam Suasana CoVID-19, Stok Beras Agam Aman Hingga Akhir Juli

Dalam hal ini Bupati berharap kepada seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian yang lebih untuk keselamatan petani dan kegiatan pertanian, karena beban sektor pertanian Agam dimasa depan diumpamakan sebagai seorang ibu “single parent” yang harus berjuang menghidupi keluarga untuk membesarkan anaknya dalam kondisi yang serba sulit.

Maka dari itu Bupati mengimbau, kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, harus ada strategi penyelamatan yang perlu diambil, sebagian itu sudah diambil dan diterapkan, sedangkan untuk yang lainnya akan segera direalisasikan, ucapnya.

Langkah pertama yang harus diambil adalah menjaga dan menjamin stabilitas harga komoditas pertanian, untuk mengantisipasi permainan harga dipasaran, pemerintah harus harus hadir melerainya, dengan cara membeli hasil panen masyarakat. Saat ini BumNag (Badan Usaha Milik Nagari) akan kita gerakkan untuk bisa berperan aktif membeli hasil panen pertanian masyarakatnya.

Langkah Kedua adalah melakukan penyuluhan pertanian untuk diaktifkan kembali dalam memberikan pendampingan dan mengawal para petani agar bekerja secara benar dan sektor pertanian tetap berproduksi.

Selain itu, petani harus dibantu dan dijamin agar dapat memperoleh sarana produksi pertanian lebih mudah dan tepat waktu khususnya untuk pupuk bersubsidi, beni dan alat mesin pertanian dalam pelaksanaan aktivitas mereka.

Jika ada yang membeli hasil dari pertanian tersebut, jangan ada yang datang ke lokasi. Cukup menunggu di depan lahan pertanian saja, biar nanti diatur untuk mengantarkannya. Kita akan pantau terus agar petani kita tetap bekerja dan selalu memperhatikan kesehatannya terutama dengan memakai masker dan menjaga jarak, ujar Indra Catri.

Bupati mengatakan, bahwa nanti pihaknya akan meminta perbankan agar lebih friendly dan serviceable untuk melayani kebutuhan petani dengan cara mempermudah proses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan merestrukturisasi tunggakan ataupun hutang petani dengan memberikan penangguhan pembayaran.

Baca Juga :  Hari Ini, Menpar-Ekraf RI Sandiaga Uno Berkunjung ke Agam Sekaligus Buka Bersama dengan Bupati di Lawang Park  

Kita tidak mau ada urusan yang berbelit-belit, jika perlu antarkan layanannya kerumah-rumah petani seperti para relawan mengantarkan bantuan kerumah penduduk, tegasnya.

Selanjutnya, langkah penyelamatan dengan terus menggelorakan ‘Agam Menyemai’. “Nan di laman untuak dimakan, nan di parak bawa ka pakan”. Sawah, ladang, dan kebun terus digenjot produksinya tapi jangan lupa memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah, antara lain dengan menanami tanaman produktif seperti sayuran dan buah-buahan yang cepat panen dan menghasilkan. “ bergegaslah mari kita ciptakan sumber gizi dimana-mana, apalagi saat ini sangat dianjurkan mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan sebagai salah satu upaya meningkatkan kekebalan tubuh”, tukas Indra Catri.

Bupati mengingatkan agar petani tidak menjual semua produksi atau hasil panennya. Hemat dan “berkulimat” sebelum habis, sisakan juga cadangan pangan untuk keluarga, karena diperkirakan menjelang lebaran akan terjadi surplus beras dan jagung serta bahan pangan lainnya.

“Sekali lagi petani dan kehidupan pertanian harus kita pandang dan posisikan bersama sebagai katup pengamanan dan jaring pengaman sosial kehidupan masyarakat di Kabupaten Agam”, tutup Indra Catri.(*d79)