Diduga Pungli Berkedok Sumbangan Merajalela, di SPBU Cubadak Lima Kaum Tanah Datar

24

Tanah Datar, Padang Expo

Dugaan pungli berkedok sumbangan yang terjadi di SPBU Cubadak, Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar sudah sangat meresahkan masyarakat. Hal ini terungkap ketika tim investigasi media Padang Expo menelusuri kejadian ini dilokasi tersebut.

Berawal dari sumbangan yang diminta oleh sekelompok pemuda Nagari Cubadak kepada antrian masyarakat yang mengisi bahan bakar bensin di SPBU tersebut.

Salah seorang diduga pelaku mengatakan bahwa yang mereka lakukan adalah sumbangan.

“Kami sudah diizinkan oleh pihak SPBU, dan Nagari tahu akan hal ini. Gunanya nanti apabila ada kawan yang sakit dan untuk keamanan, dengan dana ini bisa di bantu. FKPN Nagari pun tahu. Tidak ada masalah kok pak,” ujarnya enggan disebutkan namanya. Tarif yang mereka kenakan untuk antrian jirigen bagi yang melansir BBM, roda dua Rp 2.000 dan roda empat Rp 5.000.

Dan itu dicatat oleh diduga pelaku tersebut pada sebuah buku sebagai bukti bahwa yang sudah menyumbang boleh mengisi jirigen BBM mereka di SPBU tersebut.

Ketika hal ini di konfirmasikan ke Wali Nagari Cubadak, Asrizallis membantah keras bahwa pemerintahan Nagari Cubadak mengizinkannya.

“Kami dari pemerintahan Nagari Cubadak dari awal tidak pernah memberikan izin dalam bentuk kegiatan yang berbau pungli. Bahkan hal ini sudah kami rapatkan di Nagari bersama oknum kelompok tersebut, pihak SPBU, Babinkamtibmas, Babinsa, BPRN, KAN dan FKPN. Sepakat kita bahwa yang dilakukan ini pungli. Namun pihak SPBU punya alasan, karena keterbatasan tenaga kerja, untuk mengamankan antrian BBM, maka di rangkullah kelompok pemuda Nagari untuk bekerja sama. Dana operasional tidak cukup untuk pemuda, maka mereka berinisiatif melalui sumbangan yang sudah di tetapkan nilai nominalnya. Itu jelas ranah pungli. Rencananya, kami akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian karena sudah meresahkan masyarakat luas. Dan sekali lagi, Pemerintahan Nagari Cubadak tidak pernah mengizinkan kegiatan pungli di Nagari Cubadak,” ujar Wali Nagari Cubadak, Senin (20/4) di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Wali Nagari Cubadak Laksanakan Panen Raya Bersama Kapolres dan Forkopimda Tanah Datar

Salah seorang warga antrian BBM di SPBU tersebut ketika dimintai keterangan mengatakan kalau yang dilakukan oleh kelompok tersebut sudah tidak pada tempatnya.

” Kami sebenarnya keberatan dengan sumbangan tersebut. Belum tentu bagian BBM kami dapatkan sesuai keinginan kami. Ditambah lagi, keuntungan BBM yang kami jual nantipun tidak seberapa, sekarang di potong lima ribu dengan alasan sumbangan. Kalau tidak diberi, tidak boleh ikut antrian, pak,” ucapnya.

Mak Uniang panggilan sehari-harinya penanggung jawab SPBU Cubadak, ketika di konfirmasi oleh awak media Padang Expo via telpon dan WhatsAppnya, hanya menjawab bahwa itu tidak ada sangkut pautnya dengan SPBU.

” Yang meminta sumbangan itu bukan urusan kami dan kami tidak mau tahu dengan itu, karena itu diluar wewenang SPBU. Dan tidak ada tanggung jawab kami disini untuk menyelesaikan persoalan itu. Sebab tidak ada satupun anggota saya yang terlibat disitu,” kata Mak uniang.(Dwi)