Kelompok Tani Elang Laut Tuntut Pengurus Lama Tidak Melakukan Panen Sesuai Dengan Aturan KUD

0

Pasbar, Padang Expo

Pengurus Kelompok Tani Elang Laut Martius beserta anggota dan KUD Rantau Pasaman Gusman Sarel menuntut pengurus kelompok Tani yang lama, agar tidak melakukan aktifitas Panen Kelapa Sawit tanpa seizin pengurus yang baru. Setelah diangkatnya pengurus Kelompok Tani Yang baru, secara otomatis Pengurus yang lama tidak bisa lagi untuk melakukan Panen Buah Kelapa sawit yang ada di kelompok tersebut dan sesuai dengan aturan KUD yang berlaku.

Martius mengatakan bahwa pengurus yang lama sudah habis masa jabatannya untuk itu tidak ada lagi haknya untuk memanen kelapa sawit milik Kelompok Tani Elang Laut yang ada di KUD Rantau Pasaman.

“Kami juga sudah menyurati pengurus yang lama supaya tidak memanen Kelapa Sawit milik Kelompok Tani Elang Laut,” kata Martius. Sabtu (18/4/2020). Selaku Ketua Kelompok Tani Elang Laut yang baru

Martius juga mengatakan sewaktu diadakan rapat pergantian Ketua Kepengurus Kelompok Tani Elang laut, Ketua kelompok yang lama “Mariufri tidak menghadiri Rapat tersebut. Maka diambillah keputusan oleh anggota kelompok dan mengangkat Martius sebagai Ketua Kelompok Tani Elang Laut.

“Saya diangkat oleh anggota Kelompok Tani Elang Laut sebagai Ketua Kelompok yang baru,” kata Martius.

Selama ini sangat banyak ketimpangan yang dilakukan oleh Ketua kelompok Tani Elang laut Yang lama “Mariufri, sehingganya sangat merugikan kepada anggota kelompok. Selama menjabat sebagai Ketua kelompok  mulai dari 2014 s/d 2016 Mariufri cs, tidak pernah memberikan laporan keuangan anggota kelompok tani Elang Laut ungkap Martius.

Sementara itu ketua KUD Rantau Pasaman Gusman Sarel mengatakan yang berhak melakukan aktifitas penen kelapa sawit ini adalah pengurus yang baru, bukan pengurus yang lama. Karena perbuatan yang dilakukan oleh pengurus yang lama tidak sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan KUD.

Ia juga menyampaikan, anggota Kelompok tani Elang Laut, juga akan menuntut kerugian yang dideritanya, karena semenjak Pengurus Lama Mariufri mengambil alih pengelolaan kebun kelompok tani Elang Laut secara paksa.

“Mulai tanggal 7 Januari 2020 sampai tanggal 18 april 2020, Mariufri munjual buah sawit Kelompok Tani Elang Laut siang dan malam ke penadah tanpa pertanggung jawaban. Kerugian yang diderita anggota kelompok tani Elang Laut telah lebih dari 1 miliar,” sebut Gusman Sarel.

Ia juga meminta kepada Kapolres Pasaman Barat agar bisa menghentikan kegiatan pengurus yang lama dan permasalahan ini dapat di selesaikan secepatnya, sehingga aktifitas kelompok Tani Elang Laut bisa berjalan dengan baik.

“Kami berharap kepada pihak Kalpores Pasbar agar permasalahan ini cepat diselesaikan untuk antisipasi agar jangan sampai nanti terjadi benturan fisik antara pengurus yang baru sama pengurus yang lama, karena buah yang dipanen pengurus yang lama di jual keluar, tidak melalui aturan penjajian antara KUD dengan PT PHP unit 1 yang telah disepakati selama ini,” pinta Gusman Sarel.(by roni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here