Korban dan Polisi Gagalkan Perampokan Siang Bolong di Nagari Saruaso Tanah Datar

99
Pelaku BI dan FT saat diamankan oleh Polres Tanah Datar (Ist.)

Tanah Datar, Padang Expo

Kejadian perampokan Rabu (15/4) pukul 15.15 wib di Jalan Raya Silambiak Jorong Saruaso Utara, Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar adalah berawal ketika korban baru kembali dari Bank Nagari Batusangkar untuk mengambil uang sebesar Rp. 30.000.000, dengan menggunakan kendaraan L300, korban meletakan uang tersebut di dalam Tas Milik Istrinya dan diletakan di bagian Bawah / Kaki penumpang diatas kardus minuman amia. Korban Zulhefi, 42 tahun, bersama istrinya berasal dari Jorong Koto Gadang Hilir Nagari Padang Ganting baru selesai mengambil uang.

Selesai dari Bank Nagari Cabang Batusangkar, korban pergi bersama dengan istri ke Pasar Batusangkar. Namun di perjalanan, ban belakang sebelah kiri kendaraan korban mengalami bocor, setelah korban menurunkan istrinya dipasar langsung pergi ke bengkel Budi motor di Pincuran tujuh untuk mengganti ban nya dengan ban cadangan.

Setelah mengganti ban, korban pergi menjemput istrinya di Pasar Batusangkar dan langsung menuju ke Padang Ganting, di perjalanan sesampai di depan perumahan PJP Batu balang, ada yang menghalangi dan dipepet oleh pengendara sepeda motor yang tidak diketahuinya, namun korban tetap melanjutkan perjalanannya, sesampai di depan mesjid Raya Saruaso korban berhenti sejenak ada sesuatu yang dibeli oleh Istrinya, dan waktu itu korban melihat ada pengendara sepeda motor yang berhenti sejenak dekat ban belakang sebelah kiri, tetapi tidak dihiraukan oleh korban, setelah Istrinya naik korban terus berjalan namun diperjalanan tersebut korban mendengar dan merasakan ban belakang sebelah kiri nya kembali bocor, sehingga setibanya di Simpang silambiak di depan Mini market Icha Mart, Korban langsung berhenti di pinggir jalan tersebut untuk mengganti bannya kembali.

Baca Juga :  Disparpora Tanah Datar Bekali Pelatihan Pemanduan Wisata Untuk Menuju Wisata Geopark

Pada saat waktu mengganti ban tersebut, istri korban pergi belanja membeli susu untuk anaknya dan meninggalkan tas yang berisi uang didalam mobil, dan meninggalkan korban berkerja mengganti ban yg bocor tersebut, dan diwaktu bekerja tersebut korban melihat dari bawah kolong mobilnya ada kaki seseorang mendekat ke pintu sebelah kanan dan mendengar pintu mobilnya dibuka, saat itu juga korban berdiri dan melihat pelaku melarikan tas istrinya yang berisi uang tersebut telah dilarikan oleh pelaku ke arah motor temannya yg menunggu, langsung korban berteriak-teriak mengatakan maling, dan waktu itu juga korban langsung melompat menangkap leher korban yang sudah duduk di atas motor tersebut hingga motornya menjadi rebah namun pelaku dapat melarikan diri satu orang ke kanan jalan arah silambiak, dan satu lagi sambil membawa tas berisi uang kekiri jalan arah ke koto tuo arah dari Tanjung Emas.

Tetapi dalam pelariannya itu mungkin pelaku melihat masyarakat sudah ramai mengejarnya kemudian pelaku membuang tas tersebut dijalan dan tidak jauh dari itu pelaku sudah dapat ditangkap oleh polisi dan masyarakat yang waktu itu telah berdatangan, sedangkan yang lari arah ke kanan jalan yang sudah cukup jauh dari tempat kejadian yang bersembunyi di semak-semak juga dapat ditangkap oleh polisi dibantu oleh masyarakat.

Pelaku berinisial:

  1. Nama BI, 32 th, Bengkulu, Sopir, alamat RT 9 kelurahan Suka Jadi Kecamatan Lubuk Linggau Palembang
  2. Nama FT, 35 th, Chaniago, Sopir, Talang Badung Lubuak Linggau

Barang Bukti :

  • 1 unit kendaraan Roda 2 merk Honda Beat warna hitam Nopol BM 4566 KY
  • Tas Korban yang berisi uang sebesar Rp. 41.000.000,
  • Kendaraan L.300 warna BA 8728 EN, warna hitam.
  • 2 (Dua) buah paku bekas tertusuk di ban.
Baca Juga :  Zuldafri Darma : Semangat Gotong Royong Dapat Memotivasi Berpartisipasi Dalam Pembangunan

Kedua Pelaku bersama dengan Barang Bukti di Bawa ke Polres Tanah Datar guna untuk penyidikan selanjutnya.

Atas kejadian ini kedua Pelaku dapat disangka melanggar Pasal : 365 Yo Pasal 363 KUH. Pidana, ancaman Hukuman 9 tahun penjara. (Dwi)