KPK Konfirmasi Adanya Aliran Dana Pembelian Rumah Atas Nama Anak Muzni Zakaria

36

Jakarta, Padang Expo

Meskipun saat ini kita tahu bahwa di Indonesia tengah menghadapi percepatan penanganan virus CoVID-19, namun KPK tetap menjalankan fungsinya sebagai lembaga antirasuah.

Terkait adanya kasus korupsi yang menjerat mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria hingga saat ini masih terus dilakukan pendalaman, kali ini KPK mengkonfirmasikan bahwa ada saksi salah seorang karyawan Bank Mandiri Cabang Jakarta Graha Irama yang berinisial PWS perihal adanya dugaan transfer sejumlah dana untuk pembelian rumah terkait kasus korupsi yang menjerat Muzni Zakaria, seperti dilansir dari antaranews.com.

Selasa, (21/4/2020) lalu, KPK lakukan pemeriksaan terhadap PWS sebagai saksi dalam penyelidikan kasus korupsi Muzni Zakaria terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Solok Selatan.

Ali Fikri selaku Plt.Juru Bicara KPK melalui keterangan di Jakarta, Rabu (22/4/2020) mengatakan ,”hingga saat ini penyidik masih terus mendalami keterangan dari saksi PWS mengenai adanya dugaan transfer sejumlah dana untuk pembelian rumah yang mengatasnamakan anak dari tersangka Muzni Zakaria,” ujarnya.

Pada waktu sebelumnya, KPK telah menetapkan Muzni Zakaria bersama MYK selaku pemilik Group PT.Dempo Bangun Bersama sebagai tersangka.

MYK sendiri saat ini dalam masa proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang.

Tertanggal 7 Mei 2019 lalu, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, yang mana MZ menerima hadiah dalam bentuk uang atau barang senila Rp 460 juta dari MYK Sebagai pemilik PT.Dempo Bangun Bersama terkait dengan pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pertanahan (PUTRP) Kabupaten Solok Selatan tahun 2018.

Pemberian sejumlah uang dari MYK tersebut kepada MZ telah terealisasi pada proyek jembatan Ambayan Solok Selatan dengan nilai Rp460 Juta dalam kurun waktu April hingga Juni 2018.

Baca Juga :  IKW - RI Sumbar Dukung Penuh Pemko Padang Dalam Mensosialisasikan Antisipasi Virus CoVID-19

Untuk pemberian yang pertama sejumlah Rp410 juta dalam bentuk uang, lalu Rp50 Juta diterima dalam bentuk barang.

Lalu, pada Juni 2018, Muzni Zakaria meminta agar uang tersebut diserahkan kepada pihak lain sebesar Rp25 Juta yang diserahkan kepada Kasubag Protokol untuk THW pegawai dan Rp60 juta diserahkan untuk istri Muzni Zakaria.

Sedangkan terkait dengan proyek pembangunaan Masjid Agung Solok Selatan, MYK memberikan kepada bawahan Muzni sejumlah Rp315 juta.

Maka, jika dikalkulasikan secara keseluruhan MYK telah mengeluarkan uang untuk suap proyek di Solok Selatan sebesar Rp775 juta.
Dalam proses penyelidikan, Muzni Zakaria telah menyerahkan uang sebesar Rp440 Juta kepada KPK dan telah dijadikan salah satu untuk barang bukti dalam perkara ini. (*d79/antara/red)