Pemkab Agam Ciptakan Inovasi Penjualan Pangan Online saat Pandemi COVID-19

41

Lubukbasung, Padang Expo

Pemerintah Kabupaten Agam, menciptakan inovasi melayani penjualan pangan secara online atau daring untuk membantu petani, pembudidaya ikan dan nelayan yang kehilangan pasar saat CoVID-19.

Ermanto selaku Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, mengatakan bahan kebutuhan pokok yang dijual itu berupa bawang merah, cabai merah, bawang putih, gula pasir, telur ayam ras, ikan air tawar dan beras premium, Rabu (15/4)

“Bahan kebutuhan pokok itu milik petani, pembudidaya ikan, nelayan dan pabrikan,” katanya.

Ermanto mengatakan harga bahan kebutuhan pokok itu dijual di bawah harga tingkat pedagang.

Untuk harga bawang merah dijual seharga Rp25 ribu per kilogram dan harga tingkat pedagang Rp30 ribu per kilogram, bawang putih dengan harga Rp34 ribu per kilogram dan harga tingkat pedagang Rp35 ribu per kilogram.

Sedangkan harga minyak goreng kemasan Rp11 ribu per liter dan harga pasar Rp14 ribu per liter, telur ayam ras Rp38 ribu per krep dan harga tingkat pedagang Rp45 ribu per krep dan beras kuruik kusuik Rp13 ribu per kilogram dan harga tingkat pedagang Rp14 ribu per kilogram.

Sementara harga cabai merah Rp20 ribu per kilogram dan harga tingkat pedagang Rp25 ribu per kilogram, ikan nila Rp30 ribu per kilogram dan harga tingkat pedagang Rp32 ribu per kilogram.

“Harga kebutuhan yang kita jual itu disubsidi oleh Pemkab Agam,” katanya.

Ia menambahkan warga bisa memesan kebutuhan itu melalui nomor 081267129390, 085264134741, 082173000826 dan 081374257778.

Setelah itu kurir di Lubukbasung siap mengantarkan pesanan itu ke rumah pemesan.

“Warga cukup di rumah saja dan silahkan hubungi kami,” katanya.

Inovasi itu untuk membantu petani, pembudidaya ikan dan nelayan yang kehilangan pasar saat COVID-19.

Baca Juga :  DPRD Agam Gelar Rapat Paripurna Penetapan 47 Usulan Ranperda Dalam Propemperda Sepanjang Tahun 2021

ia menjelaskan hanya dengan cara itu, petani, pebudidaya ikan dan nelayan tidak kesulitan untuk memasarkan hasil pertanian dan tangkapan mereka.

Disamping itu, warga sangat terbantu setelah ada kebijakan untuk menghindari kerumunan dan keluar rumah dalam mencegah COVID-19.

“Pelayanan ini nantinya akan kita maksimalkan lagi, sehingga bisa dirasakan oleh semua pihak saat COVID-19 itu,”ungkapnya.(*d79)