Sebaran Zona Merah di Tiga Kelurahan dan Usulan PSBB di Bukittinggi, Tidak Akan Maksimal Jika Wilayah Sumbar Tidak Melakukannya

26

Bukittinggi, Padang Expo

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, telah memetakan kawasan yang saat ini menjadi zona merah penyebaran covid-19.

Ketiga kelurahan itu adalah Kelurahan Puhun Tembok dan Kelurahan Gulai Bancah di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) dan Kelurahan Aua Tajungkang Tangah Sawah (ATTS) di Kecamatan Guguk Panjang.

Walikota Bukittinggi HM. Ramlan Nurmatias, SH mengatakan, sebaran zona merah di kota itu ada di tiga kelurahan terkait ditemukannya kasus pasien Covid-19.

“Kita sudah petakan ada tiga kelurahan yang jadi zona merah yakni kelurahan Aua Tajungkang Tengah Sawah, Puhun Tembok dan Gulai Bancah,”kata Ramlan Nurmatias, Selasa (14/04).

Wako Ramlan menyampaikan, akan ada prioritas pemantauan di tiga kelurahan itu sehingga tidak ada kasus Covid-19 dan pemantauan akan dilakukan secara komprehensif.

Seperti di kelurahan Aua Tajungkang Tengah Sawah, ada beberapa warga yang menjalani rapid tes karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 yang meninggal beberapa waktu lalu.

Pihaknya akan terus memantau warga ODP (Orang Dalam Pantauan) maupun OTG (Orang Tanpa Gejala), karena Covid-19 bisa terpapar kepada orang yang tidak memiliki gejala. Termasuk di kelurahan lainya akan terus kita pantau dan dihimbau untuk waspada,”ujar Wako Ramlan.

Terkait Dengan Adanya Usulan Gubenur Untuk Menerapkan PSBB Di Kota Bukittinggi

Sehari sebelumnya, pada Selasa (13/04) Walikota Bukittinggi menyampaikan sikap terkait pemerintah provinsi Sumbar mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk daerah Kota Bukittinggi.

Pada dasarnya saya sebagai Walikota setuju, karena ini sebagai salah satu langkah untuk memutus mata rantai Covid-19. Namun kendati demikian tidak bisa hanya di terapkan di dua kota di Sumbar yakni Kota Padang dan Bukittinggi. Apalagi kota Bukittinggi menjadi daerah perlintasan.

Baca Juga :  Pemko Bukittinggi Serahkan Dana Operasional Kepada Ratusan Kader PPKBK, BKB, BKR dan BKL

“Jika itu diterapkan di Bukittinggi, bagaimana bisa kita melarang orang melintas dari kota ke kota lainnya, karena Bukittinggi kota perlintasan. Sama saja dengan itu belum berjalan PSBB-nya,” kata Ramlan Nurmatias.

Menurut Ramlan, jika di Bukittinggi diterapkan PSBB, maka bisa saja orang Bukittinggi datang ke kota atau kabupaten kota lain, disana akan terjadi sebuah aktivitas dan kembali ke rumah. Apakah nantinya setiba di rumah tidak menularkan virus, kita tidak jamin itu.

Untuk itu Ia menyampaikan agar penerapan PSBB tidak hanya untuk kota Padang dan Bukittinggi saja namun terkhusus untuk Sumbar. Sehingga tidak ada lagi aktivitas atau kegiatan di luar rumah bagi masyarakat.

“Saya yakin penerapan PSBB ini untuk Sumbar selama 14 hari kedepan bisa memutus mata rantai Covid-19. Jikapun itu diterapkan, Pemerintah Kota sendiri sudah menyiapkan hal terburuk yang akan terjadi. Maka dari itu Pemko telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 53 miliar untuk penanganan Covid-19 pada saat PSBB nanti. Termasuk kesiapan tenaga medis dan pengamanan dari pihak kepolisian selama PSBB nantinya.”ujar Wako Ramlan. (fadhil/rahmi)