Sempat Ditolak di Padang, Akhirnya Jenazah CoVID-19 Dimakamkan di Polong Onam Talu Pasaman Barat

172
(Ist.)

Pasaman Barat, Padang Expo

Proses pemakaman salah seorang pasien positif corona (covid-19) inisial “A” sempat mendapat penolakan dari masyarakat di Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Jenazah pasien inisial “A” yang bekerja sebagai Driver Taxi mendapat penolakan itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Rabu (15/4/2020) sore. Namun, saat proses pemakaman pada malam hari, masyarakat di sekitar tanah milik Pemerintah Kota Padang itu melakukan penolakan.

Akhirnya, jenazah diputuskan dimakamkan di kawasan Rimbo Polong Onam , Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis sore (16/4/2020). Pasien meninggal ini warga yang berdomisili di Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Sebelumnya, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustafianof membenarkan adanya pasien positif meninggal. Ia mengatakan sebelumnya pasien menjalani perawatan selama enam hari.

“Pasien ini sudah positif, setelah dirujuk ke M Djamil dilakukan pemeriksaan swab Meninggal sore kemarin,” kata Gustafianof.
“Saya kurang tahu juga kenapa baru sekarang proses pemakaman, padahal meninggal kemarin,” sambungnya.

Meski dimakamkan di Pasaman Barat, pasien itu masuk dalam daftar warga terpapar covid-19 yang meninggal di wilayah Kota Padang. Dalam website resmi Pemerintah Kota Padang yaitu : Mengetahui berita adanya penolakan pemakamaman jenazah COVID19 di Padang, yang merupakan warga Pasaman Barat, pemangku Adat Talu, dr. Fadlan Maalip, SKM angkat bicara

“Saya sebagai pucuk adat dan seorang dokter atas nama tiga Pucuak Adat Hendri Eka Putra SE Daulat Parit Batu dan Mustikayana Yang DiPertuan Kinali, Menghimbau kepada Datuak dan panghulu, Cadiak Pandai dan alim ulama dalam nagari atau kampuang untuk membantu atau memfasilitasi pemakaman jenazah Covid-19 di Pandan Pekuburan yang memang tempat Pemakaman almarhum-almarhumah menurut adat”. Tegas Tuanku Bosa Talu,(16/4) di Talu.

“Memberikan pengertian kepada anak nagari yang menolak karena tidak paham, bahwa pemakaman atau kuburan jenazah Covid 19 tidak berbahaya bagi manusia karena tidak menular”.

“Demi kemanusiaan, membantu atau memfasilitasi pemakaman jenazah positif Covid-19 dipandan perkuburan masing-masing bagi orang luar yang jauh dari kampungnya”. kata Tuanku Bosa.

“Semoga di waktu kedepan kita tidak mendengar lagi adanya penolakan jenazah Covid 19 terutama di Pasaman Barat” harap dan doa Tuanku Bosa.#SEMOGA WABAH VIRUS CORONA CEPAT BERAKHIR.(by roni/red)