Tim GTP2 CoVID-19 Agam Imbau Masyarakat Untuk Kurangi Aktivitas di Pasar

27

Tanjung Raya, Padang Expo

Mengingat saat ini wabah virus CoVID semakin meningkat, maka tak khayal semua pihak mewaspadai semua unsur elemen masyarakat agar mengurangi segala macam kegiatan atau aktivitas diluar rumah termasuk aktivitas di Pasar untuk mencegah dan mengurangi percepatan pengembangan Virus CoVID-19 khususnya di Kabupaten Agam.

Hal ini disampaikan oleh Martias Wanto selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) CoVID-19.

Ia mengatakan, bukan hanya pengunjung pasar saja, namun disini pihak pengelola pasar pun harus ikut berperan dalam mengantisipasi penyebaran virus CoVID-19 tersebut untuk mengurangi kerumunan yang terjadi.

Apalagi saat ini Pemprov Sumbar telah menetapkan PSBB dalam langkah memutus mata rantai penyebaran CoVID-19 yang telah berjalan mulai, Rabu (22/4)

Saat melakukan pantauan dan pengecekan pada pos pantau, Rabu (22/4) Martias Wanto mengatakan dalam hal ini pihaknya tidak akan pernah bosan dalam mengingatkan dan menginformasikan kepada masyarakat untuk tetap mengurangi segala macam aktivitas diluar rumah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak.

Martias juga mengingatkan kepada pengurus dan pengelola pasar untuk terus mengingatkan para pengunjung dan pedagang agar selalu menjaga jarak (physical distancing) dan diwajibkan memakai masker, ujarnya.

Pada intinya, dalam hal ini kegiatan di pasar tidak boleh adanya penumpukan atau keramaian, yang penting selesai aktivitas jual beli masyarakat diminta untuk pulang secepatnya ke rumah. Apabila tidak mematuhi aturan nantinya akan diberikan sanksi sebab tidak mematuhi protap yang telah ditetapkan, tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan keperluan harian, jika memang tidak bisa ke pasar minimal bisa menghubungi jasa pengangkutan yang telah diumumkan, bahkan telah diberitahukan nama-nama pedagang sayur dan bahan pokok lainnya.

Baca Juga :  Disdikbud Agam Keluarkan SE Terkait Pelayanan Administasi Online Selama Tatanan New Normal

Disamping kita juga akan memasuki bulan suci Ramadhan, kita juga telah sosialisasikan untuk ‘Pabukoan Online’. Maka dengan begitu masyarakat tidak harus keluar rumah untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok, ungkapnya.(*d79)