2 Pasien Positif CoVID-19 Asal Pessel, Dinyatakan Sembuh

54
Rinaldi, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pesisir Selatan (Ist.)

Pesisir Selatan, Padang Expo

Dua orang pasien terkonfirmasi Covid 19 asal Kabupaten Pesisir Selatan dinyatakan sembuh dan negatif Covid 19. Hal tersebut berdasarkan laporan hasil laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Unand, Senin (11/05).

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pesisir Selatan, Rinaldi di Painan.

Dengan bertambahnya sebanyak 2 orang asal Pesisir Selatan yang dinyatakan sembuh dan negatif Covid 19, maka total pasien sembuh hingga hari ini berjumlah sebanyak 11 orang. Sedangkan kondisi pasien yang saat masih menjalani isolasi kondisinya terus membaik.

” Hari ini 2 pasien positif Covid 19 asal Pesisir Selatan sudah sembuh dan dinyatakan negatif Covid 19 setelah hasil sampel swab keduanya dari laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Unand dengan hasil negatif,” ucap Rinaldi.

Menurutnya, ini merupakan kabar yang sangat baik terhadap perkembangan percepatan penanganan Covid 19 di Pesisir Selatan, apalagi saat ini sedang diberlakukan perpanjangan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari tanggal 6 – 29 Mei 2020.

” Kita tetap berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19 di Pesisir Selatan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah tetap disiplin untuk mematuhi aturan PSBB yang saat ini masih berlangsung,” ulasnya.

Terakhir Rinaldi menambahkan bahwa dampak baik terhadap diberlakukannya PSBB dinilai mampu menekan peningkatan kasus pasien positif di Pesisir Selatan, namun hal tersebut tentu perlu dukungan dan kesadaran masyarakat untuk mentaat aturan PSBB.

” Pada pelaksanaan PSBB tahap awal, angka positif Covid 19 di Pesisir Selatan mengalami perkembangan yang baik dengan tidak bertambahnya pasien positif Covid 19. Semoga dengan pelaksanaan perpanjangan PSBB tahap dua ini akan lebih baik lagi,” tutupnya.(wl/dyah)

BACA JUGA :  Pakar Hukum UNES, Dr. Otong Rosadi : Menilik Kasus Hukum Bupati Pessel, Ada Celah Kekosongan Hukum pada UU 23/2014 Tentang Pemda