Bantuan Dana JPS Provinsi Sumbar Akibat Terdampak Pandemik CoVID-19, Segera Dicairkan

39

Padang, Padang Expo

Bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) bagi warga terdampak Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) segera dicairkan.

Demikian diungkapkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat ditemui, Kamis (30/4/2020).

“Sekarang ini yang sudah masuk itu data dari Kota Pariaman, Padang Panjang, Sawahlunto dan Agam. Kemarin sore masuk lagi Pesisir Selatan, mungkin berikutnya akan ada yang menyusul,” kata Irwan Prayitno.

Data yang dimasukan ke Pemprov, kata Irwan Prayitno, harus memenuhi persyaratan di antaranya data dalam bentuk hard copy.

Setelah dilakukan pengecekan, dari semua daerah yang sudah memberikan data, baru Padang Panjang dan Sawahlunto yang memenuhi persyaratan.

“Yang sudah kita SK-kan dalam bentuk pencairan dana baru Padang Panjang dan Sawahlunto, untuk Pariaman dan Agam, kita minta hard copy-nya,” sebut Irwan Prayitno.

Dikatakan Irwan Prayitno, administrasi pemerintah di masa darurat pun tetap harus diperhatikan agar tidak menjadi masalah hukum nantinya.

Karena mesti ada lampiran, dua daerah lagi yakni Agam dan Pariaman menyusul untuk ditandatangani.

“Besok berikutnya Pesisir Selatan dan sebagainya, kita menunggu,” ucap Irwan Prayitno.

Sebagai informasi, dana JPS Provinsi Sumbar ini langsung diberikan kepada masyarakat untuk jatah 2 (dua) bulan, yaitu bulan April dan Mei 2020. Artinya masyarakat terdampak langsung dapat Rp. 600.000 x 2 bulan, sebesar Rp. 1.200.000 / KK

Irwan Prayitno juga menyebut, dalam penyaluran bantuan Pemprov Sumbar melakukan perjanjian kerja sama dengan PT POS Indonesia.

Setelah diterima data by name by address dari kabupaten dan kota, baru diberikan data tersebut ke PT POS Indonesia.

“PT POS langsung mengirim petugasnya untuk mengantarkan uang ke alamat penerima langsung Rp1,2 juta untuk bulan April dan Mei setiap KK,” terang Irwan Prayitno.

Baca Juga : 

Saat didatangi petugas, penerima harus menandatangani bukti terima bantuan, ada dokumentasi foto, surat menyurat dibuat BAP, serta rumah masing-masing warga dipasang sticker.

“Itu yang kita lakukan agar tidak overlapping, mudah-mudahan lancar,” harap Irwan Prayitno.(*d79)