Pemkab Agam Imbau, Masyarakat Agar Tidak Melaksanakan Ibadah Shalat Idul Fitri 1441 H

40

Lubukbasung, Padang Expo

Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1441 H meskipun dalam masa PSBB Tahap III, Bupati Agam Indra Catri mengimbau agar masyarakat tidak melaksanakan Shalat Idul Fitri Berjamaah di Masjid dan lapangan, dan mengalihkannya ke rumah masing-masing. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400/246/KESRA/V/2020 Tanggal 20 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Berjamaah.

Khasman Zaini selaku Jubir GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam, mengatakan bahwa pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang berkemungkinan jatuh pada  tanggal 24 Mei 2020 mendatang, masih masuk dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III. Sehingga masyarakat diimbau untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing, sesuai dengan Surat Edaran yang telah dikeluarkan, ungkapnya (21/5).

Apabila, masyarakat masih berkeinginan melaksanakan Shalat Idul Fitri secara berjamaah, khususnya bagi wilayah yang sudah terkendali penyebaran wabah CoVID-19 agar sekiranya mempedomani Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 tentang panduan Kaifiat dan Sholat Idul Fitri saat pandemi Covid-19, maklumat dan taushiyyah MUI Sumbar, ujarnya.

Khasman mengatakan, “Demi menciptakan rasa aman, maka diharapkan seluruh pihak mulai dari Kecamatan, Bersama Tim Gabungan Polri, TNI dan Satpol PP melakukan pengamanan dengan menjaga serta menfasilitasi ketertiban secara maksimal mungkin. Mengawasi secara ketat dan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19,” terangnya.

Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang ingin tetap melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 H secara berjamaah.

Pertama, adanya penetapan dari pejabat berwenang bahwa di daerah tersebut tidak sedang mewabahnya Covid-19.

Kedua, daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk dan keluar. Sehingga tidak memungkinkan bercampur orang yang dimungkinkan sakit dengan orang yang sehat.

Baca Juga :  Bertambah, 4 Orang Nakes dari Puskesmas Baso dan Lasi Dinyatakan Positif CoVID-19

Ketiga, tidak ada kasus positif Covid-19 di wilayah masjid tersebut.

Keempat, jamaah adalah warga yang dikenal pengurus dan dalam keadaan sehat dengan tetap menggunakan masker. Serta mengukur suhu tubuhnya.

Kelima, jemaah membawa sajadah dan mengatur jarak.

Ke enam, pengurus masjid menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun, tisu dan air.

Ketujuh, khutbah Istiqshad atau disederhanakan.

Selanjutnya, pada saat keluar masjid tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumunan.

Dan terakhir dibentuk tim khusus yang dapat mengawasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan sebagai disebut diatas.

Adapun ketentuan ini dibuat semuanya bertujuan untuk kesehatan dan keselamatan kita semua, agar pelaksanaan Sholat Idul Fitri di daerah tersebut dianggap aman.

Kami dari Pemerintahan Kabupaten Agam, mengucapkan Minal Aidil Walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin kepada kita semua. Semoga kita selalu mendapat perlindungan dari ALLAH SWT. Musibah ini cepat berakhir sesuai harapan kita semua, Ucap Khasman. (anz/*d79)