Disperindag Kota Yogyakarta Intensifkan Penyemprotan Desinfektan di Pasar

27

Yogyakarta, Padang Expo

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta mengintensifkan sterilisasi di pasar-pasar tradisional dengan penyemprotan cairan desinfektan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kali ini pasar tradisional yang menjadi sasaran penyemprotan skala besar dengan bantuan armada dari Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta adalah Pasar Kotagede, Pasar Gedongkuning dan Pasar Demangan.

“Sebenarnya, penyemprotan desinfektan selalu kami lakukan secara rutin setiap hari. Kami akan lakukan penyemprotan skala besar di tiga pasar tersebut pada hari Jumat (15/5/2020) mendatang, tiga pasar tersebut kami pilih lantaran pasar tersebut berada di wilayah perbatasan,” ujar Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono  katanya, Rabu (13/5/2020).

Dalam penyemprotan skala besar ini seluruh pedagang di pasar tradisional tersebut akan diliburkan selama satu hari agar penyemprotan desinfektan bisa dilakukan secara optimal.

Menurutnya, para pedagang sangat memahami kondisi pandemi Covid-19 yang tengah terjadi, sehingga merekapun rela untuk menutup lapaknya selama satu hari dan harus kehilangan pendapatan untuk kepentingan kesehatan bersama.

Tak sampai disitu, pencegahan penularan covid-19 di lingkungan pasar tidak hanya dengan cara penyemprotan desinfektan saja, namun pihaknya juga melakukan berbagai langkah pencegahan salah satunya dengan cara menambah tempat cuci tangan, atau wastafel.

Wastafel ditambah di setiap pintu masuk dan keluar pasar yang ada di Kota Yogyakarta seperti di Beringharjo. Untuk meminimalisir antrian saat melakukan cuci tangan, di setiap pintu masuk maupun keluar setidaknya ada dua buah wastafel.

“Sebelum pandemi covid-19 di setiap pasar sudah terdapat tempat cuci tangan namun jumlahnya masih sedikit sehingga dapat menimbulkan antrian yang panjang. Dulu sudah ada dan kita tambah untuk mengurangi antrian yang ada saat cuci tangan, karena himbauan dari pemerintah pusat maupun daerah tidak diperbolehkan adanya kerumunan, kalau misalnya antri jarak antara satu dengan yang lain juga harus dijaga,” katanya.

Baca Juga :  AJIB Terbentuk Atas Inisiatif Rekan-Rekan Wartawan di Bondowoso

Selain menambah wastafel disetiap pintu masuk dan keluar, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada para pedagang terkait pencegahan penyebaran covid-19.

Pihaknya memanfaatkan radio pasar untuk menghimbau para pedagang agar selalu menjaga jarak dengan pembeli, lalu menghimbau agar cuci tangan dengan sabun, dan juga mengenakan masker.

“Kita informasikan kepada para pedagang dan masyarakat agar selalu cuci tangan saat masuk ke pasar dan setelah selesai belanja atau keluar pasar, lalu jaga jarak, dan mengenakan masker,” terangnya.

Selain penambahan wastafel, dan himbauan melalui radio pasar, Disperindag Kota Yogyakarta juga sudah membatasi jam buka pasar seperti di pasar Beringharjo yang awalnya buka hingga malam keadaan seperti ini maksimal pukul 17.00 sudah tutup,” pungkasnya.

Pasar lebih cepat tutup lantaran saat ini pengunjung berkurang 50 persen sehingga banyak dari pedagang yang lebih memilih menutup lapaknya lebih awal. (kps)