GTP2 Agam Imbau Perantau Tidak Pulang Kampung Sampai CoVID-19 Berakhir

22

Lubuk Basung, Padang Expo

Demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Agam mengimbau kepada seluruh lapisan masyaraka terkhususnya masyarakat Agam yang ada diperantauan agar tidak pulang kampung hingga masa pandemik Covid-19 berakhir.

Lutfi selaku Sekretaris GTP2 Covid-19 Agam mengatakan “Ini salah satu bentuk upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya, Kamis (30/4/2020).

Saat ini, GTP2 Covid-19 Agam telah mencatat sekitar 11.079 perantau telah pulang kampung sejak pandemi Covid-19.

Ia menilai sebanyak 11.079 perantau yang tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Lubuk Basung 1.291 orang, Tanjung Mutiara 665 orang, Tanjung Raya 833 orang dan Ampek Nagari 579 orang.

Lalu, Matur 447 orang, IV Koto 1.021 orang, Palembayan 744 orang, Malalak 235 orang, Banuhampu 853 orang, Sungai Puar 285 orang, Canduang 495 orang dan Palupuh 448 orang.

Kemudian disusul oleh Kecamatan Tilatang Kamang 729 orang, Kamang Magek 510 orang, Baso 858 orang dan Palupuh 448 orang.

Lutfi menjelaskan bahwa “Mereka semua merantau dari beberapa wilayah, seperti Jakarta, Medan, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan provinsi lainnya,” jelasnya.

Sedangkan jumlah untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 12 orang tersebar di Kecamatan Palembayan dua orang, Kamang Magek dua orang, Lubuk Basung enam orang dan Tanjung Mutiara dua orang.

Saat ini kondisi mereka sedang diisolasi di rumah sebanyak sepuluh orang, isolasi di RSUD Lubuk Basung satu orang dan RSUD Pariaman satu orang, ujarnya. (*d79)

Baca Juga :  Pemkab Agam : Sebanyak 65% KK Ditargetkan Bisa Terlayani Beragam Jenis Bantuan Dampak CoVID-19