Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar : Tidak Ada Larangan Sholat Idul Fitri, Tapi Ini Aturannya

52
Buya Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa, Ketua MUI Sumatera Barat (Ist.)

Padang, Padang Expo

Menjelang akan memasuki hari raya Idul Fitri 1441 H, hingga saat sekarang banyak masyarakat bertanya apakah bisa melaksanakan Shalat Ied atau tetap berada dirumah terkait adanya penerapan masa PSBB akibat dampak CoVID-19 ini.

Menindaklanjuti serta menanggapi hal tersebut, Buya Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa selaku Ketua MUI Sumatera Barat akhirnya mengatakan, bahwa ada 2 poin untuk daerah dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang dimaksud, yaitu :

Pertama, daerah “Terkendali” harus ada klasterisasi dari daerah yang ada di Sumbar, ada yang kondisi wabah di daerahnya terkendali sehingga bisa dikatakan tiada penularan di sana,

Kedua, daerah yang “Tidak Terkendali” yaitu daerah yang masih dalam kondisi berisiko tinggi. Bagi daerah yang minim risiko atau terkendali ini nanti peluang masyarakat untuk menunaikan ibadah shalat Idul Fitri.

Buya Gusrizal mengatakan, sejak awal MUI Sumatera Barat tidak pernah melarang shalat berjamaah secara total, namun ada ketentuan kondisi tentang keberadaan Masjid/Mushalla/Surau sebagaimana yang tercantum dalam Maklumat MUI 007 poin 3, Jelas Buya, Kamis (21/5).

Beliau mengatakan, untuk didaerah yang tidak terkendali itu justru kami dari MUI Sumbar mengimbau untu tidak melaksanakan Shalat dilapangan atau di Masjid, jika masih tetap melaksanakan harus dengan prosedur yang ketat, ungkapnya.

Buya Gusrizal mengatakan,”Dalam hal ini Pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi umat untuk beribadah, akan tetapi harus ada pengawalan yang ketat bagi masyarakat didalam pelaksanaan penyelenggaraan Sholat Idul Fitri, sehingga nantinya umat akan terlindungi dari berbagai kemungkinan penularan wabah CoVID-19 dan jangan sampai nanti waktu kegiatan Sholat Idul Fitri dijadikan sebagai kambing hitam penyebab penularan wabah CoVID-19,” ungkapnya.

Dalam hal ini Buya Gusrizal juga berharap kepada Pemerintah, agar nantinya Pemerintah memfasilitasi umat dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri sesuai dengan Protokol Kesehatan CoVID-19 dengan menyediakan Hand Sanitizer yang halal (tidak mengandung alkohol) atau yang tidak membatalkan Wudhu’, minimal dengan menggunakan sabun cuci tangan, ungkap Buya.

Baca Juga :  Pelaksanaan UKW ke 15 di Sumbar Lahirkan 46 Wartawan yang Berkompeten

Buya Gusrizal juga mengimbau, dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri nantinya jangan terlalu banyak kerumunan, tempat ibadah yang sebelumnya disatukan, mungkin nanti akan diklasterisasi, akan dibuat beberapa tempat sehingga tidak rumit dalam mengawasi dan mengawal masyarakat dalam pelaksanaan Sholat untuk menghindari kerumunan.

“Hal ini telah menjadi keputusan MUI Sumbar, kita tidak akan mengeluarkan Maklumat yang baru, akan tetapi mengeluarkan bayyan (penjelasan.red) No.001 MUI Sumatera Barat sebagai bagian dari penjelasan Maklumat 007 karena dianggap masih relevan dan sesuai dengan kondisi perkembangan Sumatera Barat saat ini,” terang Buya.

Untuk diketahui, MUI tidak ada mengistilahkan zona merah atau zona hijau, tapi terkendali atau tidak terkendali. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan nantinya banyak wilayah di Sumatera Barat yang bisa menyelenggarakan Shalat Idul Fitri. Sebab masih ada wilayah yang tidak ada warga yang terpapar CoVID-19 atau memang tidak ada didaerah tersebut Orang Dalam Pemantauan (ODP) ulasnya.

Jika nanti suatu daerah atau nagari yang ingin melaksanakan ibadah Sholat Idul Fitri, terlebih dahulu daerah atau nagari tersebut harus memiliki kesepakatan agar jangan sampai nantinya ada jemaah dari luar yang bergabung sebab resikonya sangat tinggi, bisa jadi yang bersangkutan tersebut berasal dari daerah yang terdampak wabah CoVID-19, ujar Buya.

Dan diharapkan, pihak daerah atau nagari tersebut juga harus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang di daerah tersebut. Apabila dari tim Gugas setempat mengatakan bahwa lokasi tersebut aman dan telah dikoordinasikan dengan MUI setempat maka untuk pelaksanaan Sholat Ied bisa dilaksanakan, tambah Buya.

Buya Gusrizal mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Sumatera Barat, terkait untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri, mulai saat ini diminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan didaerah masing-masing, agar pelaksanaan Sholat Idul Fitri nantinya bisa terlaksana dengan baik tanpa ada wabah CoVID-19 di daerah tersebut, tutupnya. (*d79)

Baca Juga :  Melalui SE Pemko Padang, Larangan Pesta Pernikahan Resmi Dicabut Mulai 4 Desember 2020