“PEMIMPIN RIBUT DIATAS, RAKYAT MASIH MEMELAS MENUNGGU BERAS” Camat Majauleng Lempar Bola, Dinsos Wajo Tidak Bayar Gaji Honorer Rekap Data PMKS

49

Wajo, Padang Expo

Kisruhnya masalah Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Wajo oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) salah satu ASN di Kabupaten Wajo beberapa waktu lalu, yang sempat dimuat pada tanggal 8 Mei 2020 yang berjudul Kisruh Masalah Data PMKS di Kabupaten Wajo, TKSK Diduga Mainkan Data ? hingga sampai saat ini menjadi buntut panjang dan pertanyaan ditengah-tengah masyarakat.

Sebab sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan tersebut, sementara masyarakat sendiri sudah kehilangan sumber mata pencaharian akibat adanya imbauan dan arahan dari Pemerintah untuk menjaga Sosial dan Physical Distancing akibat dampak wabah CoVID-19, lalu kemana peranan Pemerintah ? apakah rakyat dibiarkan mati kelaparan, hanya persoalan data hingga hari ini tidak terselesaikan, sedangkan Pemerintah bekerja setiap hari, merekap dan mendata warga nya tentu arsip sudah tersedia. Seharusnya disaat seperti semua pihak-pihak yang berkepentingan tentunya sudah siap, dan sampai kapan masalah seperti ini saja tidak pernah selesai.

Menurut informasi dari berita sebelumnya, kekisruhan data tersebut akibat datanya tidak valid atau tidak di update oleh oknum TKSK dan tidak memberikan data yang baru kepada kementerian sosial, sehingga data lama itu juga yang ada sampai sekarang dari Kemensos, yaitu data dari tahun 2015.

Berdasarkan dari hal tersebut, akhirnya Tim media ini menemui Camat Majauleng M. Jaya Ekaputra, Senin (18/5/2020) Namun ketika dikonfirmasi Camat tersebut pun langsung naik pitam, ia tidak terima bahwa tentang data 2015 yang dikeluarkan oleh TKSK dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

Ia juga tidak terima dikatakan tidak bekerja secara maksimal dalam mengupdate data, bahkan dengan nada mengancam kepada Tim media ini ia mengatakan “saya tidak takut sama kamu” bahkan ia juga mengatakan “ambil semua buku tabungan yang tidak menerima bantuan tersebut“, padahal sebelumnya Tim media ini sudah mengatakan, silahkan konfirmasi saja sama Kepala Desa, sebab Kepala Desa yang tahu semua itu.

Baca Juga :  Kisruh Masalah Data PMKS di Kabupaten Wajo, TKSK Diduga Mainkan Data ?

Tidak sampai disitu saja, begitu dikatakan seperti itu Camat inipun tambah marah, bahkan ia mengatakan ini bukan kesalahan TKSK, kelalaian ini oleh Dinas Sosial, sebab yang mengerjakan data di Dinas Sosial adalah tenaga honorer, bahkan Camat mengatakan bagaimana mereka (tenaga honorer.red) bekerja mengupdate data, sementara honor mereka saja tidak dibayar oleh Dinas Sosial. Akibat honor tidak dibayar maka seperti ini data yang muncul, ungkap Camat.

Karena Camat terlalu tempramental, hingga sampai ke depan pintu kantor ia melontarkan kata-kata “saya tidak takut sama kamu” dengan nada yang tinggi kepada Tim media ini, seolah-olah tidak mencerminkan seorang pemimpin yang punya etika dan terpelajar, apalagi hal tersebut diperlihatkan kepada bawahannya yang ada saat itu.

Bahkan, dengan nada sombongnya Camat itu mengatakan kepada Tim media ini, “apabila ada yang mengusik TKSK soal data itu urusannya Dinas Sosial bukan TKSK, siapa saja yang mau coba-coba menyalahkan TKSK atau mengganggunya maka saya akan marah,” ungkap sang Camat tersebut.

Pihak media ini juga berharap kepada Bupati Wajo agar nantinya, menempatkan seseorang sebagai pemimpin dan panutan bagi masyarakat agar kiranya mengevaluasi kembali, sosok seperti apa yang harus pantas dijadikan panutan, sebab seorang pemimpin jika tidak mempunyai tatakrama dan etika itu sudah sangat tidak bisa mencerminkan kalau ia bisa membawa masyarakatnya kearah yang lebih baik.

Hingga berita ini diturunkan, tim media ini akan terus menindaklanjuti sampai sejauh mana para pihak-pihak terkait memproses bantuan untuk masyarakat, sebab masyarakat saat ini semuanya sedang berdampak dari sisi sosial dan ekonomi akibat CoVID-19, sedangkan pihak-pihak terkait seakan-akan berleha-leha dengan keadaan ini. (tim)