Satpol PP Kota Yogyakarta, Gelar Razia Gepeng

35

Yogyakarta, Padang Expo

Satuan Polisi Pamong (Satpol PP) Praja Kota Yogyakarta masih terus menggencarkan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga akhir bulan Ramadhan ini.

Razia gepeng yang dilakukan di bulan Ramadhan ini dilakukan lebih masif dari biasanya karena dijalankan bersamaan dengan program sapa warga selama masa pandemi Covid-19.

“Operasi gelandangan tahun ini justru kita lakukan lebih ketat karena bersamaan juga dengan kegiatan sapa warga untuk mengingatkan warga terkait pencegahan Covid-19,” ucap Kepala Seksi Pengendalian Operasi Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, Minggu (17/5/2020).

Sebelumnya, operasi gepeng dilakukan hanya sekedar pembinaan saja karena Dinas Sosial DIY belum menerima gepeng hasil operasi mengingat pencegahan Covid-19.

“Ada surat dari Dinsos DIY terkait panti yang belum menerima terkait Covid-19. Kita belum punya tempat untuk menampung, jadi sifatnya masih pendataan, penertiban dan himbauan,” jelasnya

Namun sekarang, Dinsos sudah mulai menerima gepeng hasil razia dengan memberitahukan satu jam sebelum dilakukan razia.

Pihaknya menyebutkan, berdasarkan hasil razia yang sudah dilakukan pendataan, rata-rata dari mereka bukan gelandangan murni tapi orang yang menunggu bantuan di jalanan. Dengan begitu pihaknya menyerahkan ke Dinas Sosial untuk menentukan status mereka.

“Sekali operasi bisa dapat 15 orang, setiap dijumpai gelandangan dan pengemis kami minta untuk pulang, kalau luar kota ya kami minta untuk pulang ke daerahnya. Bahkan kemarin juga kami antar pulang ke daerah asal,” jelasnya.

Sementara untuk menentukan status gelandangan diukur dari kepemilikan KTP dan menempati fasilitas umum tanpa tujuan yang jelas dalam waktu tertentu.

Yudho menjelaskan, titik rawan yang biasa dipakai gelandangan sekarang ini justru di lokasi umum yang biasa digunakan untuk membagi bantuan sosial seperti di lampu merah, seputaran Malioboro, depan halte trans Jogja.

Baca Juga :  238 Pasukan Orange di Kota Yogyakarta Terima Bantuan Sembako

“Fenomena gepeng di Kota Yogyakarta terjadi karena para gepeng menunggu bantuan, baik berupa makanan ataupun sembako,” pungkas Yudho. (kps)