Setelah Dilakukan Tes Swab, Kerabat Pasien CoVID-19 Pertama di Agam, Dinyatakan Negatif

19

Agam, Padang Expo

Adanya penemuan kasus pertama warga Agam yang dinyatakan positif COVID-12, dengan tidak menunggu waktu yang lama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) COVID-19 Kabupaten Agam bergerak cepat monitoring dan menelusuri  pergerakan J (60), OTG yang Positif COVID-19, di kampung anaknya di Padang Tarok Kecamatan Baso.

Dari informasi yang didapat Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Payakumbuh, bahwa ada seorang ODP Payakumbuh yang baru saja keluar hasil pemeriksaan labornya dan dinyatakan positif.

Begitu mendapatkan kabar tersebut, Bupati Agam Indra Catri langsung mengintruksikan pada Ketua Harian GTP2 COVID-19 Agam untuk segera menelusuri ke lapangan dan melaksanakan tracing sesuai dengan protokol penanganan COVID-19.

Bupati Indra Catri mengatakan, hasil dari penelusuran tahap I, didapat ada enam orang yang pernah kontak langsung dengan J, dan dapat dibagi dalam dua kelompok, ujarnya, Minggu (3/5)

Untuk kategori pertama ada dua orang yaitu anaknya Y dan A. Sedangkan, kategori kedua ada sebanyak 4 orang dinyatakan negatif.

Mereka adalah BM sebagai temannya, dan SF, Hh, serta NN yang diketahui sebagai keluarga dekat dari istri J yang sudah meninggal.

Sedangkan hasil dari penelusuran tahap II, didapat  8 orang lagi yang pernah kontak dengan NN.

Dalam hal ini, Bupati meminta agar penelusuran diteruskan untuk ke tingkat berikutnya, hingga sampai level aman. Dan, bagi yang sudah di-tracing segera diambil swab-nya dan diperiksa di labor.

Bupati mengatakan,”Saat ini kita merasa sangat khawatir karena berdasarkan informasi yang beredar, diantara mereka dalam minggu ini sudah ada yang berpergian ke Pekan Baso dan Pekan Piladang. Sedangkan pengunjung dan pedagang pada kedua pekan tersebut sejak dulu terbilang padat dan terkait satu sama lain. Kita memang tidak boleh berandai-andai, namun tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sekwan Agam Terima Kunjungan Komisi III DPRD Limapuluh Kota

Hingga sekarang, J bersama dua orang anaknya sedang diisolasi di RSAM Bukittinggi.

Pemkab masih menunggu hasil tes swab mereka, yang dilakukan oleh pihak RSAM Bukittinggi untuk menentukan sikap dan langkah-langkah selanjutnya.

Agar diketahui, J sebelumnya pernah berdomisili di kota Payakumbuh, ia tercatat sebagai penduduk Kelurahan Nunang Daya Bangun Kecamatan Payakumbuh Barat. Semenjak sang istri meninggal, J sering menginap di Payakumbuh. J sering pulang ke rumah anaknya di Padang Tarok Baso Kabupaten Agam.

Dikatakan, biasanya J sampai di rumah sudah malam dan besok paginya J sudah kembali lagi ke Payakumbuh. Maka dengan demikian interaksinya dengan masyarakat di sekitar Padang Tarok tidak terlalu banyak.

Dalam hal ini, Bupati Indra Catri menegaskan pihaknya tidak mau kecolongan, karena mengingat masih ada sekitar 8 orang lagi dari hasil tracing tahap II yang akan segera diambil swab-nya.

Bupati mengatakan “Ini sangat penting untuk diketahui agar mengetahui status mereka selanjutnya, apakah diteruskan isolasinya sebagai ODP atau tidak,” ujarnya.

Bupati meminta, terkait hal tersebut Gugus Tugas COVID-19 Agam harus lebih intensif lagi melakukan koordinasi dengan Kota Payakumbuh serta Kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kita sangat menyadari bahwa cukup banyak warga kota Payakumbuh dan kota lainnya yang bertetangga dengan Agam, yang memiliki kerabat di Agam dan jelas tidak akan terpantau habis pergerakanya ke Agam,” ujar Bupati.

Dikatakan lagi, begitu sebaliknya, warga Agam cukup banyak memiliki usaha di Payakumbuh dan kota lainnya yang tidak terpantau habis pergerakannya oleh GT2P COVID-19 Agam.

“Melalui koordinasi yang baik antar daerah tentunya akan lebih memudahkan dalam melakukan pemantauan serta pengawasan sesuai dengan protokol penanganan COVID-19,” pungkas Indra Catri.(*d79)

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran CoVID-19, Bupati Agam Keluarkan Instruksi Penghentian Sementara Pesta Pernikahan dan Hiburan Panggung Terbuka