Tim Satgas CoVID-19 Nagari Kinali, Rampungkan Verifikasi Data Calon Penerima BLT-DD Sebanyak 1018 KK

32

Kinali, Padang Expo

Tim Satgas Covid-19 Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat (Pasbar) rampungkan verifikasi faktual data calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD 2020 tingkat nagari, sebanyak 1.018 Kepala Keluarga (KK) diajukan, Senin (4/5).

Musyawarah Nagari (Musna) yang digelar di aula kantor Wali Nagari setempat dihadiri Pj Wali Nagari Kinali H. Artasani M.Pd, selaku ketua satgas, pimpinan Bamus Nagari Kinali Gusnifar Majosadeo S.Pd. I, MA, Sekna Syafril Anwar, SH., dan jajaran berjalan lancar.

H. Artasani melalui Sekna Kinali Syafril Anwar menjelaskan, 1.018 KK calon penerima BLT DD 2020 tersebut belum terbilang permanen, sebab, masih ada tahapan lainnya yang akan dilalui di tingkat kabupaten melalui instansi terkait. Tujuannya, untuk menghindari tumpang tindih data penerima sesuai mekanisme yang ada.

“Mudah mudahan, tahapan proses validasi data penerimanya dapat berjalan lancar agar dapat lekas disalurkan pada penerima, masing-masing mendapat Rp. 1. 800. 000 bertahap, terhitung April 2020 s/d Juni 2020 (Rp.600.000/bulan). Sistem pencairannya langsung ke rekening penerima sesuai juknis, supaya cepat, tepat dan aman,” ujarnya.

Dijelaskan, Rp.1,8 Juta BLT DD/KK untuk ribuan penerima tersebut bersumber dari hasil pangkasan 35 persen dari Rp. 5,1 Milyar DD 2020. Artinya, akan terjadi penyusutan berbagai item program Pemerintahan Nagari, baik pemberdayaan, infrastruktur dan lainnya.

Kendati adanya pemotongan anggaran tersebut, pihaknya memastikan tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap roda pemerintahan terutama pelayanan.

Disisi lain, selaku Relawan Satgas Serma Arinal Yoseva menghimbau seluruh lini masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran dalam mensukseskan program pemutusan matarantai penyebaran Covid-19.

“Tidak hanya memutus mata rantai penyebaran virus, tapi juga sama-sama mengawasi aplikasi realisasi BLT DD, supaya terwujud harapan pemerintah untuk meringankan kesulitan ekonomi warga paling terdampak yang orientasinya pada perekonomian,” ulasnya. (by.roni/red)