Minangkabau, Home Land Of Melayu

46
Nadira Mardison, S.Pd, M.H Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar

Tanah Datar, Padang Expo

Opini : Yulfian

Tentu kita bersyukur  pada allah swt bu nadira, karena akhirnya kita dikumpulkan sesama pejuang  peradaban. Dengan keikhlasan, dedikasi dan karakter yang visioner seperti yang ibu miliki, in syaa allah kita akan banyak mendapatkan hal-hal yang melebihi dari sekedar uang.

Sepertinya memang tidak semua orang yang dianugrahi oleh allah hati dan jiwa yang  benderang bu. Sama halnya dengan yang mampu untuk melihat betapa pentingnya keberadaab museum.

Tidak semua orang yang mampu menyadari bahwa museum sejatinya  adalah sebagai benteng peradaban suatu bangsa.

Dalam hal ini sejarah telah mengajarkan banyak hal kepada kita umat manusia, bahwa jika tidak ada dokumentasi dan media penyimpanan koleksi – koleksi buah peradaban yang memadai, maka ini akan membuat umat manusia kesulitan, tidak hanya dalam mengungkap fakta-fakta peradaban dimasa silam, tetapi juga akan sangat sulit untuk membangun kembali peradabannya yang pernah  berbinar, gegap gempita, berjaya dengan sangat mengagumkan.

Karena itu, tidak adanya media dokumentasi, perekaman, viisualisasi dalam bentuk penyajian informasi yang utuh, akan membuat tidak adanya medium yang bisa menjadi cermin peradaban yang jernih. Akibatnya, semua kejayaan itu bila ditelusuri  jadi kebuntuan, sampai akhirnya tenggelam hanya dalam satu kata saja, “ keajaiban”.

Penggalan sejarah peradaban tersebut harus menyerah pada satu kata – konon – yang sarat  ketidakberdayaan.

Dan minangkabau adalah salah satu peradaban tertua dimuka bumi ini. Sebagai home land of melayu, tentunya banyak hal yang luar biasa terkait peradaban masa lalunya. Dan sesuai dengan visi dan misi  yang ibu rumuskan ini, tentu banyak hal yang bisa dilakukan oleh museum istano basa, terutama agar  tidak lagi sekedar untuk “ menggudangkan” dan memamerkan benda – benda mati.

Baca Juga :  Semen Padang : Tantangan Gubernur Baru

Lalu kenapa kajian tentang museum istano basa menjadi suatu kebutuhan  yang juga sangat penting dan mendesak? Setidaknya ada beberapa alasan utama yang sangat mendasar, baik secara praktis, ataupun secara konseptual.

Pertama, karena keberadaan museum istano basa berada diluhak nan tuo yang menjadi pusat atau jantung dari wilayah alam minangkabau yang leberadaan sesungguhnya sangat luas dan besar.

Bahkan wilayah ini juga oleh para analis sejarah dan berbagai pakar terkait, disebut sebagai “  home land of melayu”, ( tanah asal seluruh bangsa melayu) yang tersebar di berbagai belahan dunia ini.

Karena minangkabau adalah salah satu pusat peradaban tertua di dunia , maka peradaban museum istano basa pagaruyung dan museum lainnya yang berada di sumatera barat otomatis menjadi sangat vital untuk berperan  dalam mengoleksi dan menghimpun berbagai peningggalan peradaban  alam minangkabau dalam rangka mengungkap kembali sejarah peradaban lama agar lebih utuh.

Selain itu museum istano basa dan museum – museum lainnya di sumatera barat otomatis merupakan aset dan modal yang sangat berpotensi untuk  memajukan peradaban, maka memang sudah seharusnya terus dibina lebih intensif. Apalagi keberadaan museum-museum ini bisa dijadikan  sebagai pintu masuk, etalase dan rujukan utama bagi masyarakat, para wisatawan dalam dan luar negeri untuk dapat mengunjungi objek-objek sejarah  lainnya diprovinsi sumatera barat, terutama dikawasan lingkungan museum itu berada.

Seperti sering kami sampaikan disetiap kesempatan, maka memang sudah saatnya pula semua pihak terkait memahami bahwa keberadaan museum jangan lagi dipandang hanya sebagai kata benda belaka, tetapi dipandang dan sikapilah sebagai kata kerja.

Sebab menempatkan museum hanya sebagai kata benda, akan membuat museum  sekedar jadi kuburan masal bagi koleksi benda-benda mati yang bersifat kaku dan statis.

Baca Juga :  Kita Punya Keberagaman, Saling Menghargailah

Tetapi menempatkan museum sebagai kata kerja, akan membuat museum dan koleksi-koleksinya menjadi dinamis, hidup dan menghidupkan peradaban atau kebudayaan pada umumnya.

Setelah menyadari itu semua, maka keberadaan museum istano basa pagaruyung sejatinya sangat berpotensi tidak hanya sebagai benteng peradaban, tetapi juga sekaligus dapat dikelola menjadi aset unggulan daerah.

Bahkan untuk seterusnya keberadaan museum ini sangat berpotensi strategis  untuk dijadikan sebagai lokomotif pembangunan yang tidak hanya akan memajukan kebudayaan, namun juga dalam upaya  meningkatkan kesejahteraan masyarakat dikabupaten tanah datar khususnya, provinsi sumatera barat , dan masyarakat indonesia umumnya.

Maka jika salah satu tujuan mengelola museum ini adalah untuk meningkaykan pad (pendapatan asli daerah).  Lalu, bila semua itu terwujud jadi kenyataan, uang mana lagi yang tidak akan mengalir deras kedaerah kita?

Semoga dengan adanya bu nadira di tanah datar, membuat istano basa pagaruyung mewujud menjadi seperti harapan kita  semua itu. Ada atau tidak ada proyek, bukankah kita tetap akan bisa bisa selalu bahu membahu bersama? Begitu juga harapan saya, ada didalam struktur nanti ataupun tidak ibu nanti di istano basa  pagaruyung, harapan penulis,  apresiasi kami tujukan kepada kasi cagar budaya dan permuseuman dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten tanah datar, Nadira Mardison, S.Pd. M.H. Ibu tetap setia mengawal aset kita yang luar biasa ini.

Meskipun kita baru kenal, namun dengan karakter dan kapasitas luar biasa yang ibu miliki, saya yakin, bu nadira kan punya banyak cara untuk melakukan itu….. Aamiin ya rabb….!

Salam perjuangan peradaban bu, salam museum di hatiku…..