Warga Surati Kepala Jorong Pisang Hutan ke kantor Wali Nagari Sasak, Ada Apa ?

34

Pasaman Barat, Padang Expo

Pemerintahan Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, mengadakan musyawarah terkait pengaduan masyarakat untuk memberhentikan salah seorang oknum jorong di nagari itu.

Musyawarah ini dihadiri oleh Perwakilan Camat Sasak Ranah Pasisie, Bamus Nagari Sasak, Babinsa dan Tokoh Masyarakat yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan Nagari setempat, Kamis (30/7/2020).

Surat pengaduan masyarakat Jorong Pisang Hutan yang masuk pada 25 Juli 2020 ini menyampaikan tentang keluhan dan keinginan masyarakat terhadap salah seorang oknum jorong di Pemerintahan Nagari Sasak.

Ada pun isi surat pengaduan dan pernyataan bersama masyarakat Jorong Pisang Hutan terhadap oknum Jorong yang berinisial ‘S diantaranya menuliskan bahwa oknum jorong itu diduga tidak adanya kepedulian atau upaya terhadap masyarakatnya.

Baik dari segi sengketa atau pertikaian dalam perselisihan. Kemudian tidak adanya pembinaan terhadap masyarakat, baik pemuda maupun organisasi lainnya dan diduga hanya mementingkan kepentingan pribadi atau individu.

Selanjutnya, bahwa oknum jorong tersebut selalu membedakan masyarakatnya dalam memberikan bantuan pemerintah seperti PKH, Voucher Beras, BLT dan bantuan lainnya banyak yang tidak tepat sasaran.

Untuk itu beberapa poin yang disampaikan masyarakat tersebut meminta kepada Wali Nagari  untuk memberhentikan dari jabatan sebagai Kepala Jorong Pisang Hutan dan meminta secepatnya mencari pengganti.

Menurut Wali Nagari  Sasak Efrizal, untuk memberhentikan perangkat pemerintahan tidak semudah yang dibayangkan. Ada mekanisme prosedur yang berlaku di Pemerintahan Nagari Sasak.

“Untuk memberhentikan perangkat nagari seperti kepala jorong tidak semudah yang dibayangkan, ada mekanisme yang harus dilalui,” kata Efrizal.

Sedangkan menurut salah seorang Anggota Bamus Nagari Sasak, Asral menjelaskan sudah ada dua surat yang masuk ke pemerintah setempat.

Diantaranya, pertama surat dari masyarakat tentang pemberhentian Kepala Jorong Pisang Hutan dan kedua surat tentang dukungan.

“Ini menjadi catatan bagi kita semua, agar kedepannya tidak ada lagi yang terjadi seperti kejadian ini, di kejorongan lainnya yang ada di Nagari Sasak,” sebut Asral.

Sementara perwakilan Camat Sasak Ranah Pasisie Dendi Hardiman menegaskan laporan berupa surat pengaduan dari masyarakat harus disikapi dengan baik dan bijak.

“Setelah kami cek dilapangan dan menjumpai salah seorang warga yang ada dalam daftar sebagai pengadu. Mereka mengaku ikut menandatangani surat karena diiming-iming untuk mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Dendi menambahkan mengingat dan menimbang tentang surat laporan pengaduan masyarakat tersebut pada 25 Juli 2020 lalu harus disikapi bersama laporannya juga harus jelas,” imbuhnya. (By roni)