Dihina Karena Atta Halilintar, Clara Gopa Akan Polisikan Sejumlah Haters, Togar Situmorang, ” Bijaklah Dalam Bermedsos!”

26

Jakarta (padang expo.com)

Clara Gopa sempat mengejutkan publik dan masyarakat saat ia dilarikan ke rumah sakit akibat melakukan percobaan bunuh diri. Rupanya Clara merasa tertekan dan tak tahan menerima hujatan netizen sehingga menyayat urat nadinya.

Kali ini, Clara Gopa didampingi sang manajer dan kuasa hukumnya memberikan klarifikasi kepada publik. Kuasa hukum personel Duo Semangka, Togar Situmorang SH, MH, MAP tersebut  meminta publik untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, agar tak menyakiti orang-orang seperti Clara.

“Clara Gopa mengalami tekanan psikis atau fisik, hingga kemarin yang kita tahu Clara Gopa hampir melakukan tindakan yang sangat memprihatinkan, yakni menyayat anggota tubuhnya sampai hampir menghilangkan nyawanya,” ujar Togar Situmorang selaku kuasa hukum Clara kepada padangexpo.com, pada kamis (27/8/2020) di Graha Piccadilly kawasan Kemang, Jakarta Selatan. “Untuk meng-clear-kan permasalahannya ataupun peristiwa yang ia alami, kita berkumpul untuk mengklarifikasi agar ke depannya netizen atau masyarakat lebih bijak menggunakan medsos.”

Dalam kesempatan tersebut, Clara juga menceritakan bahwa ia melukai dirinya karena tak kuat menjadi bahan bully-an. Namun Clara bersyukur masih ada sahabat yang setia mendukung dan menguatkannya.

“Sebenarnya saya ini menguatkan diri, cuma saya manusia biasa. Saya melukai diri sendiri karena saya udah capek dan kegiatan ini udah lama, makanya kenapa saya berani ke Jakarta dan terus berkarier karena sahabat saya Cecilia yang menguatkan saya,” papar Clara.

“Dia malaikat saya yang dikirim Allah untuk menyelamatkan saya. Jujur saya enggak kuat di dunia ini, cuma karena saya berjuang dari kecil untuk menjadi publik figur atau penyanyi, saya ingin tetap berkarier,” tambah Clara.

Lebih lanjut, Clara membenarkan bahwa ia mengalami banyak kerugian setelah menerima banyak hujatan, hingga akun Instagram miliknya sempat menghilang. Bahkan meski sudah meminta maaf, Clara masih terus menerima komentar jahat.

“Saya sering dihujat, namun ketika mental saya drop ketika IG saya hilang. Saya banyak kerugian, saya harus mengembalikan uang endorse Rp84 juta dan di sisi lain saya di-bully. Padahal saya sudah minta maaf tapi makin di-bully, bahkan orangtua saya dikata-katain, saya dibilang binatang. Di situ saya banyak tekanan, saya udah capek, saya enggak kuat.” ujar Clara.

Clara pun menjelaskan bahwa batas kesabarannya untuk menerima hujatan tak sebesar para artis seniornya. Hal yang dialami Clara pun membuatnya memutuskan untuk melaporkan para akun haters ke polisi.

“Mungkin kalau senior yang lain mereka masih kuat, tapi setiap manusia ada batas sabar seperti saya yang sering di-bully. Saya memang belum menempuh jalur hukum sebelumnya dan baru kali ini menempuh jalur hukum,” tutur Clara. “Pelaku-pelaku netizen itu memberikan kata-kata tidak layak, seperti pelakor, lo**e. Bahasa inilah yang bikin dia nge-down,” terang Togar Situmorang, SH, MH, MAP.

“Clara Gopa mengalami tekanan psikis atau fisik, hingga kemarin yang kita tahu Clara Gopa hampir melakukan tindakan yang sangat memprihatinkan, yakni menyayat anggota tubuhnya sampai hampir menghilangkan nyawanya,” jelas Togar Situmorang.

Togar menambahkan,” Permasalahan menyangkut psikis akibat bahasa-bahasa nitizen yang diluar batas. Dan bukti- bukti akan diberikan ke Polda. Supaya nitizen memberikan komentar yang terbaik buat idola atau publik figur.”

“Publik figur yang lain juga mengalami hal yang sama mendapatkan bahasa komentar nitizen yang diluar batas. Bahasa diluar mendidik. Kalau saran yang mendidik masih bisa diterima,” terang Togar.

“Kalau kita lihat pelaku netizen itu tidak lagi menjurus kepada hal-hal subtasi yang tadi. Ini sudah mendegret dia salah satunya dengan kata-kata kayak lonte, pelakor, salah satu bahasa ini yang membuat done. Kita tahu figur mbak Clara santun, keluarga religius,” ucap kuasa hukum Clara Gopa, Togar Situmorang.

“Untuk meng-clear-kan permasalahannya ataupun peristiwa yang ia alami, kita berkumpul disini untuk mengklarifikasi agar ke depannya netizen atau masyarakat lebih bijak menggunakan medsos, karena berpengaruh besar terhadap kondisi seseorang,” pungkas Togar.[HS]