Jawana Bernafas Lega, Akhirnya Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah dari Baznas Pasaman Barat

33

Pasbar, Padang Expo

Berkat informasi Buyung Roni salah seorang warga dan juga sebagai wartawan media ini bersama para wartawan lainnya, di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar akhirnya ibu Jawana (56 th) bernafas lega.

Karena Jawana yang sangat dhuafa ini bakal dapat program bedah rumah dari Baznas Kabupaten Pasaman Barat.

“Saya dapat informasi dari berita rekan-rekan wartawan, setelah kita tinjau rumah ibu Jawana, pantas  untuk kita bedah, Insya Allah,” ujar Hendrizal selaku Sekretaris Baznas Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (4/08/2020)

Usai meninjau rumah warga  kurang mampu di kampung Bancah Inai Jorong Langgam Kinali, Pasaman Barat. Baznas akan membantu untuk bedah rumah Jawana senilai Rp20.000.000.

“Dananya bisa cair sesegera mungkin,  tentu diharapkan ada swadaya dari masyarakat setempat, misalnya upah tukang, ketersediaan kayu, dan lainnya, sehingga rumah ibu Jawana cepat selesai,” kata Hendrizal yang juga Kabag Kesra Pemkab Pasbar ini.

Kedatangan Sekretaris Baznas ke lokasi didampingi tokoh masyarakat Zainal Rahab, dan sejumlah wartawan dari Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Pasaman Barat.

“Kita minta tokoh masyarakat Zainal Rahab dan rekan-rekan wartawan mengurusnya administrasinya, dan segera kita cairkan dananya untuk bedah rumah tersebut, kalau bisa diantar dalam bentuk material bangunan,” saran Hendrizal.

Ibu Jawana  (56), janda beranak dua anak ini tinggal digubuk reot yang tidak layak huni  bersama dua anaknya yang  masih SMA dan SMP.

Atas bantuan Baznas tersebut, Jawana sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas Pasbar dan semua pihak  yang berencana akan membedah rumahnya menjadi layak huni.

“Saya orang susah pak, kerja hanya serabutan menerima upah Rp60.000/hari jika ada orang yang minta tolong, kalau tidak ya menganggur. Apa saja saya kerjakan guna membiayai anak saya sekolah di SMA dan SMP,” kata Jawana.

Penelusuran wartawan,  rumah Juwana jauh dari keramaian. Selain tak layak huni juga tak ada aliran listrik ke sana. Atap rumbio bocor jika hutan, tempat MCK pun juga tak ada. Lokasi rumah Jawana dari jalan lintas Kinali-Padang, berjarak sekitar 8 Km arah ke barat laut. Di sekitarnya Jawana juga ada sekitar 10 rumah tetangganya.

Sementara itu anak Jawana, Mustika Weli Putri juga menyebutkan untuk pergi sekolah ke SMA dan SMP di Kinali melewati kebun sawit yang sangat sepi. Alat transportasi untuk keluar dari kebun tersebut juga tidak dia dimiliki.

“Kadang kami numpang, naik sepeda motor, kadang berjalan sejauh 8 km untuk sekolah,” ujar Mustika Wely (16 th) putri Jawana.

Atas hal tersebut, Ruswar Dedison Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Pasaman Barat juga berinisiatif menggalang dana dengan Organisasi Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) untuk membantu membelikan sebuah sepeda motor bekas untuk anak Juwana pergi sekolah.

“Untuk membantu anak Jawana pergi sekolah kita akan galang dana kepada donatur dan dermawan untuk membelikan  sepeda motor, mudah-mudahan niat kita ini terwujud,” sebut Dedi. (By roni)