KONI Padang Panjang Gelar Rakor Pertama Kali Selama Masa Pandemi, dengan Mengikuti Prokes CoVID-19

0

Padang Panjang (padangexpo.com)

Semenjak bergejolaknya CoVID-19, KONI Padang Panjang saat ini baru bisa melaksanakan Rakor pertama kali dengan mengikuti protokol CoVID-19 di Kelurahan Bukit Surungan.

Dalam kegiatan Rapat koordinasi juga dihadiri ketua Umum Primer A.Md, ketua 1. Handre Susahar, ketua 2. Fendri Munandar, ketua 3. Wardi Tanjung. dan 7 cabor lainnya lengkap dengan pengurus inti masih-masing Cabor.

“Sengaja kita tidak mengundang pengurus Cabor secara keseluruhan, dan kita adakan pertemuan secara maraton guna untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19, dari 28 Cabor yang ada kita akan lakukan 6 kali pertemuan secara maraton” ucap Ketua KONI Padang Panjang, primer kepada awak media, Selasa 11 Agustus 2020.

Dia mengatakan, untuk Rakor tahap pertama ini diikuti 7 Cabor, yaitu Tarung drajat, Perbakin, Bilyard, Percasi, Faji, Cricket dan IMI, dan kita akan lanjutkan dengan Cabor yang lainnya nantinya.

“Rakor yang kita laksanakan ini bertujuan memotivasi pengurus cabor-cabor yang ada atas rendahnya serapan dana, khususnya kegiatan operasional, sebut Primer.

Ditempat yang sama Ketua 1 KONI Padang Panjang, Handre Susahar juga memotivasi kembali setelah 8 bulan vakum dengan adanya pandemi Covid-19.

“Baru hari ini kita bisa mengadakan Rakor, adapun imbauan dari KONI pada tanggal 17 Maret 2020 lalu, KONI tidak menginginkan adanya kegiatan cabor diluar ruangan, kegiatan diluar ruangan agar dikurangi, sehingga uang operasional tidak tersedot” ucapnya.

Handre juga memberikan apresiasi dengan kesadaran yang tinggi masing-masing cabor dengan tidak ada kegiatan jadi mereka juga tidak menarik dana operasional.

Pada kesempatan itu, Fendri Munandar juga menyampaikan biaya bantuan Cabor hingga kini dana yang dicairkan dari jumlah 140 juta baru 7 juta yang dicairkan sekitar 5%. Biaya untuk Cabor yang dianggarkan seperti Bantuan dana operasional cabang, Bantuan dana restrukturisasi pengurus KONI dan Cabor, Bantuan dana mengikuti kejuaraan, dan Bantuan pelaksanaan kejuaraan.

Baca Juga : 

“Tahun 2020 Pemko Padang Panjang hanya mengalokasikan dana APBD sebesar 3,6 miliar sebelumnya untuk KONI, karena adanya pandemi CoVID-19 dipotong menjadi 500 juta, sebutnya.

Wardi Tanjung selaku wakil ketua KONI juga pengurus salah satu Cabor memaparkan bahwa kami adalah perpanjangan tangan dari Cabor-cabor yang ada dan memiliki prestasi itu adalah Cabor, juga yang membuat harum nama kota itu juga Cabor bukan KONI sebutnya.

“Kta juga harus tahu yang memiliki daerah itu dua eksekutif dan legislatif, nah di 2020 ini kita harus mempunyai argumen yang kuat untuk bertarung secara program dengan DPRD dan Pemko” ungkapnya.

Bagaimana kita melakukan persiapan prestasi di 2021 untuk presentasi di 2022 nanti, kalau di tahun 2021 ini kita lemah dalam penganggaran saya pesimis kalau kita cerita prestasi, tambahnya lagi.

Kesimpulan dalam Rakor, melalui pembicaraan yang alot, 7 cabor yang hadir sepakat untuk untuk memanfaatkan dana operasional, bantuan mengikuti kejuaraan, pelaksanaan kejuaraan dan restrukrisasi sesuai kebutuhan cabor.

Pertemuan ini juga menyepakati untuk pengusulan anggaran KONI tahun 2021 masing-masing cabor segera mengajukan usulan dana kegiatan untuk dianggarkan dalam APBD 2021. (Lala)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here