Paripurna Istimewa DPRD Kota Bukittinggi “Mendengarkan Pidato Presiden RI” 

26

Bukittinggi, Padang Expo

DPRD Kota Bukittinggi menggelar paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia terkait HUT RI ke 75. Rapat paripurna istimewa dipimpin Ketua DPRD Kota Bukitinggi  Herman Sofyan, SE yang dihadiri Walikota, HM.Ramlan Nurmatias, SH, Wakil Walikota H,Irwandi, SH, Unsur Forkopimda, Anggota DPRD dan beberapa Kepala OPD, di gedung DPRD, Jumat (14/08).

Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pidato pengantarnya, menyampaikan, sidang bersama tahun ini, beda dengan tahun sebelumnya, karena masih diselimuti pandemi covid-19. Hingga saat ini terdata sebanyak 132 ribu lebih rakyat Indonesia yang terpapar covid-19, 87 ribu lebih diantaranya sembuh dan 5 ribu lebih meninggal dunia. Selain itu, upaya penanganannya berdampak pada bidang ekonomi dan sosial.

Peringatan hari kemerdekaan, mengandung makna bagaimana kita mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI.

Selanjutnya, momen peringatan HUT RI ke 75 ini, kita refleksikan kembali perjalanan panjang bangsa indonesia dalam kehidupan sehati hari dalam mewujudkan Indonesia merdeka, bersatu, adil dan makmur.

“75 tahun mempertahankan kemedekaan banyak yang telah dilakukan dalam membangun Indonesia. Membangun dalam arti segala bidang. Tujuan pembangunan yang dilaksanakan seiring dengan Tujuan Negara Republik Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat.

Indonesia maju jadi tema HUT RI ke 75. Ini menjadi momen untuk maju bersama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,” ujar Puan Maharani.

Presiden Joko Widodo pada Pidato Kenegaraannya mengatakan, Dalam pandemi covid-19, seluruh bidang harus lakukan reformasi fundamental dengan cepat. Krisis memberikan momentum bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk serentak dan serempak memanfaatkan momentum ini.

Baca Juga :  Akui Kesalahan “Rusdy Nurman” Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Rekan-Rekan Wartawan Bukittinggi

Kita harus lakukan reformasi fundamental dalam bekerja. Kesiapan dan kecepatan kita diuji. Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

“Target saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis. Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan lompatan besar memanfaatkan momentum krisis yang saat ini sedang terjadi.

Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar. Mari kita pecahkan masalah fundamental yang kita hadapi. Mari jadikam Indonesia setara dengan negara-negara maju. Menjadikan Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Dirgahayu Republik Indonesia. Dirgahayu Negeri Pancasila. Merdeka,”kata Presiden Joko Widodo.(fadhil/rahmi)