Budi Suhendra Resmi Dilantik Sebagai Direktur Utama PDAM Tita Jam Gadang Periode 2020-2025 Oleh Wali Kota Bukittinggi

22

Bukittinggi (padangexpo.com)

Wali Kota Bukittinggi melantik Budi Suhendra, ST sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Jam Gadang masa jabatan 2020-2025. Pelantikan Budi Suhendra yang sebelumnya merupakan pegawai organik PDAM Tirta Jam Gadang dengan jabatan terakhir selaku Kepala Bagian Teknik itu, dilakukan dengan standar protokol covid-19 di Balairung Rumah Dinas Wako, Belakang Balok, Rabu (16/09).

Wali Kota Bukittinggi HM.Ramlan Nurmatias, SH menjelaskan, proses pemilihan Dirut PDAM bukan hal mudah, tapi para bakal calon melewati proses seleksi yang cukup ketat. Sejak dibuka pendaftaran, terdapat 7 bakal calon yang ikut seleksi administrasi. Dari seleksi itu, hanya lima orang yang dinyatakan lolos untuk calon Direktur PDAM Tirta Jam Gadang.

Kelima calon direktur yang lolos seleksi administrasi itu, masing masingnya, Andi Akbar (Swasta), Budi Suhendra (PDAM Tirta Jam Gadang), Rudi Alfian Umar (Perbankan), Jefri (Perbankan) dan Hery Iswahyudi (mantan Direktur PDAM Payakumbuh).

Kelimanya menjalani psikotes, ujian tertulis sebanyak 2 kali dan juga penyampaian visi dan misi serta dilanjutkan dengan wawancara. Hasil seleksi diambil tiga orang terbaik. Tiga orang hasil seleksi itu, mengikuti tes wawancara dengan KPM (Kuasa Pemilik Modal) yaitu Wali Kota Bukittinggi.

“Dari hasil tes wawancara, Budi Suhendra terpilih menjadi Dirut PDAM Tirta Jam Gadang. Kami ucapkan selamat, ini adalah amanah. Kami pilih orang yang benar-benar mengerti PDAM. Karena banyak tugas berat menanti.  Pelayanan kedepan harus lebih baik. Pelayanan air, menjadi kebutuhan utama masyarakat,”jelas Ramlan Nurmatias.

Wako Ramlan menyampaikan, tugas berat menanti Direktur PDAM saat ini, karena selain dihadapkan dengan penyelesaian permasalahan-permasalahan teknis yang masih ada, Direktur baru juga dihadapkan dengan tantangan  untuk meningkatkan kualitas pelayanan badan usaha milik pemerintah daerah tersebut kepada warga kota.

Baca Juga :  Jawaban Fraksi-Fraksi DPRD Atas Pendapat Wali Kota Terhadap Ranperda Pengelolaan Dana Bergulir

Tingkat kebocoran pipa kita masih tergolong tinggi, sekitar 45,05 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena beberapa pipa di dalam kota masih merupakan pipa peninggalan Belanda, meskipun sebagian telah kita ganti.

“Kepada Direktur baru kami harapkan dapat menyelesaikan proses penggantian pipa-pipa lama tersebut, bangun komunikasi yang baik dengan balai hingga pusat. Ini harus kita pikirkan dengan cepat. Sumber air dari Sungai Tanang mulai menurun, untuk itu harus ada inovasi dalam mencari sumber air baru,” ujar Ramlan Nurmatias.

Wako Ramlan juga meminta Dirut PDAM bersama seluruh karyawan, untuk dapat melakukan inovasi baru dalam menyelenggarakan fungsi dalam pelayanan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga Bukittinggi.

“Kota Bukittinggi sangat dinamis dan terus berkembang. Oleh karenanya kebutuhan terhadap air bersih senantiasa meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk penggunaan lingkup rumah tangga maupun lingkup usaha. Kita telah membangun embung di Tabek Gadang dan Alhamdulillah keberadaan embung tersebut saat ini setidaknya telah dapat memenuhi kebutuhan air bagi warga di sekitar daerah Tigo Baleh,”kata Wako Ramlan. (fadhil/rahmi)