DPRD Solsel Minim Kinerja, Datang ke Kantor Hanya Ambil Gaji Saja

162

Solok Selatan (padangexpo.com)

Armen Syahjohan selaku Wakil Ketua DPRD Solok Selatan angkat bicara terkait minimnya pengawasan legislator terhadap Proyek Pembangunan di DPRD Solok Selatan itu sendiri.

Armen mengatakan, yang bekerja ikhlas itu tidak seberapa, maka dari itu hal ini harus perlu di publikasikan ke publik terhadap rendahnya kinerja para wakil rakyatnya.

Untuk di DPRD Solok Selatan, ada 25 anggota DPRD Solsel yang diamanahkan namun bisa dihitung dengan jari saja yang mempunyai kinerja, bahkan ada yang datang hanya ambil gaji saja. Di satu sisi kedisiplinan pun sangat kurang, dan ini harus disadari oleh pribadi anggota dewan itu sendiri, tegasnya.

Maka dari itulah fungsinya pers sebagai corong informasi dan pengawasan terhadap lemahnya kinerja anggota dewan rakyat.

Armen menegaskan,”Teman-teman Pers harus kritis dan kritik agar mereka berubah, bukan hanya sekedar proyek di tujuh Kecamatan saja, Proyek Kanopi di DPRD ini belum setahun dibangun, kondisinya sudah mulai rusak dan sudah bocor, ini yang sangat kita sayangkan,” ujarnya kepada Wartawan di Gedung DPRD Solsel, Selasa (15/9/2020).

Maka dengan ini, armen menantang para wartawan apakah berani memunculkan hal ini ke masyarakat. Tentu ia sangat berharap dengan kondisi ini meskipun lembaganya sendiri tercoreng dengan pemberitaan seperti itu dan aib juga untuk dirinya sebagai anggota dewan.

Jika tidak demikian, maka anggota legislator ini tidak akan berubah dalam kapasitasnya sebagai lembaga pengawasan pembangunan di daerah, terangnya.

Armen juga menjelaskan, lihat saja hasil pembangunan yang belum tiba masanya sudah banyak yang berlubang. Ini bukti nyata, tidak hanya sekedar jalan Kabupaten saja. Akan tetapi Proyek Jalan Nasional di Padang Aro pusat Kabupaten Solok Selatan baru sekitar 8 bulan berjalan setelah dibangun sudah berlubang dan hancur.

BACA JUGA :  Berada di Zona Orange, Diskominfo Gelar Apel Sekaligus Sosialisasi Penerapan Prokes CoVID-19

Dalam hal ini, Armen mengatakan ia bukan menyinggung namun ia menginginkan untuk kedepannya legislator harus lebih pro aktif dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas.

Bahkan dalam setiap agenda rapat saja masih banyak molornya karena kedisiplinan sebagian anggota DPRD Solsel kurang bagus, ucapnya.

Masyarakat pun kerap mempertanyakan hal itu kepadanya, kenapa sikap anggota Dewan dari tahun-ketahun selalu begitu.

Hal ini tentu saja membuat malu, apalagi banyak pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Seharusnya ini menjadi cambuk bagi para legislator, rakyat berharap adanya pengawasan dan disiplin anggota dewan dalam bertugas dan tanggungjawab, terangnya.

Menurut keterangan dari salah seorang pejawab daerah di ruang lingkup Pemkab Solok Selatan, mengatakan, setiap agenda rapat-rapat atau sidang-sidang di DPRD Solsel selalu molor.

“Kami sudah berjam-jam menunggu, akan tetapi anggota dewannya minim yang hadir. Ini penyebab ditunda dan diskor rapat‐-rapat di DPRD Solsel,” ujar pria yang namanya tidak mau disebutkan. (syahril)