Home Jabodetabek Oknum P2TL PLN Diduga Telah Melakukan Pungli Terhadap Konsumennya

Oknum P2TL PLN Diduga Telah Melakukan Pungli Terhadap Konsumennya

183

Banten (padangexpo.com)

Pada hari Selasa 01/09/2020, dari hasil investigasi Padang expo terkait segel plastik yang tertulis kode aria teluknaga.

Kami pun sempat mewawancarai salah satu pemilik rumah nama pemilik rumah kita samarkan SB, mengatakan saya cukup kecewa dengan pelayan PLN padahal pemakaian listrik saya hanya sedikit kenapa tagihan listrik saya bisa begitu membengkak sampai berapa ratus ribu itu tahun 2017 dan SB sudah melaporkan ini ke pihak PLN.

Kasus tersebut ditanggapi oleh pihak PLN yang pada waktu itu petugas P2TL PLN bernama Aditia Tahun 2017, tapi kenyataannya sama saja tagihan listrik saya membengkak lagi kurang lebih 4 JT tapi saya juga udah bikin laporan ke dua tapi berita acara sama seperti tahun 2017 dari pihak PLN, petugas P2TL PLN kembali mendatangi rumah SB bernama Aris Vendor dari Pt.GBL, Aris mengatakan bahwa ini harus di ganti dengan biaya Rp.320.000 setelah pemasangan tersebut selesai SB tidak di kasih kwitansi dari pihak Aris, ungkapnya.

Tim awak media pun mendatangi kantor PLN untuk menanyakan perihal penggantian kWh meteran di tempat SB dan apa benar ada SOP kepada petugas di lapangan dan untuk biaya penggantian kWh meteran? Kami bertemu dengan Bapak Hendro Manager Transaksi Energi mengatakan kepada media dan LPK-RI bahwa SB telah telat untuk pembayaran listrik, tapi kenapa berita acara yang di buat itu pada tahun 2017 sama dengan berita acara 2020? Apa benar dari pihak PT Smart Meter Indonesia yang bekerjasama dengan PLN ada meminta uang untuk mengganti kwh meteran sebesar Rp.320.000,-? Bapak Hendro pun menjelaskan kembali bahwa uang yang sudah di terima dari petugas kami di lapangan memang sudah masuk ke kami sebesar 302 ribu, kemana sisa lari uang tersebut?.

Baca Juga :  Irjen Nana Dipecat dari Kapolda Metro Jaya Gegara Prokes

Jadi satu di segel tera pada kwh meter voucher di mana setiap segel plastik yang keluar dari gudang PLN di registrasi siapa yang meminta barang, dan siapa yg melaksanakn tugas untuk memasang segel tersebut. Dimana korbannya konsumen pelanggan PLN bernama setiawan barokhim yang lokasi rumahnya di katakan petugas ada pelanggaran dan langsung di kenakan denda sebesar Rp.11.694.000,- sedangkan konsumen baru beli rumah di tahun 2017.

Di tempat terpisah kita mewawancarai salah satu anggota LPK-RI bapak Irwan mengatakan Kesalahan dari PLN.

  1. Tidak ada sosialisasi kepada konsumen untuk informasikn perihal jual beli rumah harus memberitahukan ke PLN, agar bisa memberikan pemahaman bahwa kwh meter resmi dan tidak menyalahi aturan.
  2. Tidak ada SOP Tertulis dan terikat dari PLN untk menyuruh petugas P2TL meminta dan menerima titipan.
  3. Pelanggaran di tahun 2017 kenapa tidak ditindaklanjuti dan segera diganti kwh meter kalau memang ada pelanggaran dan malah dibiarkan sampai terulang lagi di thn 2020 langsung di tindak.
  4. Segel plastik yang menempel di kwh meter asli dari PLN up.3 area Teluk Naga yang dikeluarkan thn 2017 dan ini bisa diselidiki siapa yang mengeluarkan dan memasang segel tersebut harus ada penyelidikan
  5. Tidak adanya uji laboratorium terhadap kwh meter ataupun pemahaman untuk konsumen mengenai pelanggaran.
  6. Tidak ada kwitansi resmi pembayaran yang di keluarkan PLN ke konsumen pada waktu di lokasi.
  7. Tidak ada di tulis Nomor Induk Petugas P2TL diberita acara pemeriksaan pada waktu dilokasi. Pungkasnya.[RH]